Jelang Natal, Gereja di Bojonegoro Siap Ibadah dengan Prokes Ketat
Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) Gereja di Bojonegoro telah bersiap dengan menerapkan prokes agar Natal tahun ini berjalan lancar dan hikmat.
Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) Gereja di Bojonegoro telah bersiap dengan menerapkan prokes agar Natal tahun ini berjalan lancar dan hikmat.
Ibadah jamaah umrah bagi jemaah asal Indonesia akan kembali dibuka. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalan siaran pers-nya secara virtual.
Pemerintah Republik Indonesia umumkan pembatalan pemberangkatan haji tahun 2021. Pembatalan tersebut dikarenakan mengingat pentingnya kesehatan para jamaah haji ditengah virus corona yang masih menyebar.
Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia sudah berjalan lebih dari satu tahun, dan hingga kini belum bisa dipastikan wabah yang diakibatkan Virus Corona tersebut kapan akan berakhir.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro hingga sampai saat ini, masih belum menerima keputusan apakah tahun 2021 kuota haji untuk jemaah dari Bojonegoro bakal diberangkatkan. Hingga kini ada 1.464 Calon Jamaah Haji (CJH) yang sudah melunasi pembayaran dan siap diberangkatkan ke Tanah Suci
Perayaan natal pada tahun 2020 ini tidak ada kegiatan yang meriah, peribadatan dilakukan secara sederhana dan khidmat dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan covid-19. Seperti yang terpantau di Gereja Katolik Indonesia (GKI) Santa Paulus Bojonegoro, Jumat (25/12/2020).
Setelah Pemerintah secara resmi mengumumkan pembatalan pemberangkatan haji 2020 atau 1441 H, pada 2 Juni 2020 lalu. Beberapa Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro, telah mengajukan penarikan kembali setoran pelunasan Biaya Ibadah Perjalanan Haji (Bipih) dengan beberapa alasan.
Setelah Pemerintah secara resmi mengumumkan pembatalan pemberangkatan haji 2020 atau 1441 H, pada 2 Juni 2020 lalu, ada beberapa Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro, yang mengajukan penarikan kembali setoran pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Pemerintah Arab Saudi hingga tanggal 20 Mei belum memutuskan atau memberi jawaban apakah haji tahun 2020 ini bisa diberangkatkan atau tidak. Dengan kondisi seperti ini, terkait kepastian jamaah haji akan berangkat atau tidak ke tanah suci belum bisa dipastikan.