Kerupuk Klenteng Bojonegoro, Tetap Eksis Kini Manfaatkan Medsos untuk Pemasaran
Siapa yang tak kenal kerupuk? kuliner lezat dan gurih, yang dikonsumsi oleh semua kalangan dari Pejabat hingga rakyat menengah atas dan bawah.
Siapa yang tak kenal kerupuk? kuliner lezat dan gurih, yang dikonsumsi oleh semua kalangan dari Pejabat hingga rakyat menengah atas dan bawah.
Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yakni 50 persen luring dan darring bagi SMA sederajat di Kabupaten Bojonegoro mulai diterapkan. Menyusul pergerakan angka Covid-19 di Bojonegoro, yang memasuki level 3.
Pandemi COVID-19 telah berlangsung lebih dari setahun. Dampaknya sangat kompleks. Tidak hanya aspek kesehatan, namun juga ekonomi, sosial, dan seluruh aspek kehidupan lainnya.
Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak sekolah masih menerapkan kebijakan sekolah jarak jauh alias sekolah daring.
Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal, di antaranya sistem pembelajaran semua jenjang pendidikan. Melihat hal ini, Pascasarjana UNU Sunan Giri Bojonegoro bekerjasama dengan Pascasarjana Insuri Ponorogo menggelar webinar bertajuk “Smart Inovation, Inovasi Dalam Pembelajaran Daring Tanpa Garingâ€. Webinar ini turut dihadiri oleh 120 mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia.
Kebijakan pembelajaran secara daring dilakukan sebagai antisipasi menyebarnya Virus Corona. Meski demikian, hal ini dikeluhkan pendidik dan juga orang tua siswa.
Makanan rujak memang banyak yang suka. Apalagi hasil racikan Mak Yat, di wilayah Segaran, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
udah menjadi syarat wajib bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah UNU Sunan Giri Bojonegoro semester tujuh untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Karena situasi pandemi Covid-19 masih berkepanjangan, dimungkinkan sekolah- sekolah tingkat Madrasah Aliyah sederajat juga masih pembelajaran daring secara penuh. Berawal dari inilah, pada Kamis (22/7/2021) Fakultas Tarbiyah adakan workshop pembelajaran berbasis IT.