Pisah Sambut, Wardoyo Resmi Jadi Camat Gayam
Camat Gayam resmi diganti dari Pj Camat, Sahari kini di pegang oleh camat baru yaitu Wardoyo, Rabu (9/1/2019).
Camat Gayam resmi diganti dari Pj Camat, Sahari kini di pegang oleh camat baru yaitu Wardoyo, Rabu (9/1/2019).
Penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tidak selalu berjalan mulus. Ternyata, ada Kecamatan yang bandel menyetorkan PBB-P2. Bahkan kecamatan tersebut tiga tahun belakangan ini masih punya tunggakan diantaranya adalah Kecamatan Bojonegoro, Kalitidu, Gayam, Dander, Kapas, Padangan, Trucuk, Baureno dan Sumberrejo. Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com sembilan kecamatan tersebut tercatat tiga tahun terakhir mulai 2016, 2017 dan 2018 selalu menunggak PBB-P2.
Realisasi penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tahun 2018, diklaim melebihi target dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Guna memaksimalkan pelayanan publik di setiap jajaran pemerintahan, Pemerintah Kecamatan melaksanakan pembinaan bagi para petugas di tataran kecamatan hingga Pemerintah Desa (Pemdes).
Pelayanan administrasi akibat penahanan Kepala Desa (Kades) Sukosewu, beberapa waktu, lalu membuat jabatan tersebut kosong. Namun kini pelayanan tersebut tetap berjalan di bawah Pjs. Sekretaris Desa, sehingga pelayanan di desa tidak mengalami gangguan.
Penghijauan di Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu terus dilakukan oleh operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Di antaranya adalah menanam Pohon Gayam (Inocarpus Fagifer) yang telah mulai sulit ditemukan.
18 kecamatan di Bojonegoro terdampak kemarau. 72 desa mengajukan dropping air bersih ke BPBD. Desa di Sumberejo dan Sugihwaras paling butuh air. Rata-rata, tiap desa menerima 5 hingga 6 kali dropping. Satu kali dropping menggunakan truk tangki 5000 liter. Sampai akhir Oktober, ada 371 dropping air bersih. Total selama kemarau, droping air mencapai 1,8 juta liter
Ramainya pemberitaan adanya seorang Camat yang diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukannya di Desa Sumberejo, Kecamatan Malo saat pencairan Dana Desa (DD) dibantah keras dan bahkan camat tersebut siap diperiksa.
Serius tapi santai, santai tapi serius, begitulah sosok Camat Kapas, Agus Purwanto biasa dikenal. Siang itu, dengan hangat dan ramah pria kelahiran Kediri, 14 September 1973 itu mempersilakan blokBojonegoro.com memasuki ruangannya.
Hingga saat ini, ada 4 kecamatan yang data siswa penerima Dana Anggaran Khusus (DAK) pendidikan jenjang SMA sederajat masih bermasalah. Sehingga pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Bojonegoro belum bisa mencairkannya dan data tersebut dikembalikan kembali untuk pengecekan ulang.