Usai Melonjak Rp130.000 per Kilogram, Kini Harga Cabai Berangsur Turun
Harga komoditas jenis cabai di Wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai berangsur turun, setelah melambung tinggi di harga yang cukup fantastis yakni Rp130.000 per kilogram.
Harga komoditas jenis cabai di Wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai berangsur turun, setelah melambung tinggi di harga yang cukup fantastis yakni Rp130.000 per kilogram.
Curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini, membuat para petani cabai di Kabupaten Bojonegoro mengalami kerugian. Tanaman cabai merah besar, yang sudah memasuki masa panen tersebut, justru malah tidak bisa dipanen.
Cabai rawit menjadi komoditas pasar yang selalu menjadi perbincangan banyak ibu rumah tangga dan para pedagang
Akhir-akhir ini harga cabai di pasaran terbilang cukup mahal. Banyak kemungkinan yang menyebabkan harga cabai semakin merangkak naik hingga Rp 120 perkilogramnya.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro beberapa hari belakangan semakin meroket. Jika sebelumnya di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram, kini tembus di angka Rp120 ribu per kilogram.
Harga Cabai Masih Pedas Setara Harga Daging Sapi
Cabai rawit menjadi komoditas pasar yang selalu menjadi perbincangan banyak ibu rumah tangga dan para pedagang. Minggu lalu dapur satu ini sering mengalami kenaikan, bahkan hingga kini masih mengalami kenaikan. Harganya yang setiap minggu mengalami kenaikan, tak kunjung mengalami penurunan.
Harga jual eceran cabai rawit merah atau sret di sejumlah Pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Bojonegoro meroket, perkilogramnya tembus harga Rp105.000, Kamis (4/3/2021).
Harga cabai rawit segar yang sedang tinggi membuat masyarakat Kabupaten Bojonegoro terpaksa harus beralih ke cabai kering dibanding dengan cabai segar.
Cabai rawit menjadi komoditas pasar yang selalu menjadi perbincangan banyak ibu rumah tangga dan para pedagang. Minggu lalu bumbu dapur satu ini sering mengalami kenaikan hingga 100 ribu, namun kini harganya menurun.