Bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu termasuk di Kabupaten Bojonegoro, sehingga perlu kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam. Untuk itu melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro mengajarkan masyarakat dan pelajar agar siap siaga bencana.
Prestasi membanggakan diperoleh para atlet karateka asal Kabupaten Bojonegoro dalam kejuaraan karate antar pelajar. Pasalnya dari 24 atlet karateka Inkanas Kota Ledre yang diberangkatkan, mereka memborong 21 medali di kejuaraan bergengsi tersebut.
Hingga saat ini permasalahan mahalnya bibit bawang merah menjelang masa tanam masih menjadi momok yang menakutkan bagi para petani bawang di Kecamatan Sekar.
Pemerintah hadir salah satunya menjadi solusi atas permasalahan sosial yang terkadang di pandang sebelah mata, termasuk keberadaan anak jalanan (Anjal) yang selama ini terkesan negatif. Sehingga pihak Dinas Sosial melatih anak-anak tersebut agar berdaya dan memiliki kreatifitas.
Kaji Ari begitulah teman-teman sejawatnya memanggil pemuda 25 tahun asal Desa Pungpungan, Kecamatam Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro yang bernama asli Ari Nirwana. Kaji Ari Sapaan akrabnya, saat ini bisa menikmati pundi-pundi rupiah dari hasil keahliannya melukis wajah seseorang dengan bentuk sketsa.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Pemilihan jenis bibit pohon mangrove untuk ditanam di bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Rabu (19/4/2017) bukan asal atau tanpa dasar.
Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan. Zaman ketika budaya feodalisme dan patriaki masih dijunjung tinggi di bumi Nusantara. Zaman ketika perempuan harus menanggung “double colonisation” (Kirsten Holst Petersen & Anna Rutherford, Beginning Postcolonialism, 2008). Penjajahan dari bangsa asing dan penjajahan dari bangsa sendiri yakni budaya patriaki.