Ha..! Plafon Stasiun Bojonegoro Ambrol
Ambrolnya plafon ruang tunggu Stasiun Besar Bojonegoro diduga kuat lantaran faktor usia. Hampir semua plafon mengelupas, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tadi malam, Minggu (3/6/2018).
Ambrolnya plafon ruang tunggu Stasiun Besar Bojonegoro diduga kuat lantaran faktor usia. Hampir semua plafon mengelupas, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tadi malam, Minggu (3/6/2018).
Plengsengan saluran irigasi di Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander ambrol diduga karena tidak kuat menahan luapan air hujan yang mengalir. Ambrolnya plengsengan sudah sejak sekitar tiga bulan lalu, namun kondisinya hingga kini belum mendapatkan penanganan dari pihak dinas terkait.
Saat puasa tahun 2018 ini, harga ayam mengalami kenaikan. Namun, hal itu tak terjadi pada hewan sapi. Sebab, pada puasa tahun ini harga sapi terus menurun.
Penambangan pasir di Sungai Bengawan Solo wilayah Bojonegoro, Jawa Timur kini semakin memprihatinkan. Dilansir pada Rabu (30/5/2018) di penyebrangan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, setidaknya ada 30 perahu penambang dan 15 truk kapasitas 3 hingga 7 ton lalu-lalang di aliran Bengawan Solo.
Perbaikan jembatan Widang-Babat yang ambruk pada Selasa (17/4/2018) lalu, ditargetkan selesai pada H-10 sebelum lebaran.
Suasana malam turut Jalan Dr. Cipto, Kota Bojonegoro kiri dan kanan jalan banyak terdapat warung kopi, beberapa di antaranya juga tampak ramai pengunjung yang rata-rata adalah pemuda. Di antara deretan warkop, tepatnya di sebelah selatan tempat parkir mobil RSUD lama, ada sebuah tempat potong yang lain dari biasanya.
Tanah gersang dan kering di Kabupaten Bojonegoro saat musim kemarau seolah sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Namun hal itu tak menjadi persoalan sebagian warga yang ada di Kecamatan Tambakrejo.
Pembangunan Jembatan Sosrodilogo yang rencananya menjadi penghubung Kota Bojonegoro-Kecamatan Trucuk hingga kini belum kelar juga. Karena itu pula, seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Trucuk memanfaatkan jembatan bambu untuk menyeberang saat musim kemarau seperti ini.
Menjadi pelayan publik seperti saat ini, mungkin tak pernah terbersit sebelumnya di benak Camat Ngambon, Muridan. Sejak kecil, pria kelahiran Bojonegoro, 28 April 1966 asal Desa Temu, Kecamatan Kanor itu mempunyai cita-cita menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan negara dengan menjadi guru.
Budi daya lele memang sudah banyak di lakukan oleh sebagian masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Namun, terkait cara yang digunakan jelas berbeda-beda.