Bersiap Hadapi Potensi Kekeringan BPBD Bojonegoro Siapkan 591 Tangki Air
Musim kemarau merupakan periode yang sering ditandai dengan cuaca panas dan kering, bahkan ekstrim. Sehingga berpotensi terjadi kekeringan hingga krisis air bersih.
Musim kemarau merupakan periode yang sering ditandai dengan cuaca panas dan kering, bahkan ekstrim. Sehingga berpotensi terjadi kekeringan hingga krisis air bersih.
Sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim) mengalami dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Kondisi ini turut terjadi di puluhan desa wilayah Kabupaten Bojonegoro.
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berikan sebanyak 294 tangki air bersih bagi warga Kabupaten Bojonegoro yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2023 ini. Namun, bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap, yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan air bersih total sebanyak 1.504 tangki kepada masyarakat Bojonegoro.Â
Kemarau panjang dampak Fenomena El-Nino masih mengintai warga Kabupaten Bojonegoro. Seperti yang terjadi di Desa Dayukidul, Kecamatan Kedungadem, sejumlah warga harus berjalan sekitar 200 meter untuk mendapatkan air bersih.
Secara komitmen Kapolsek Kedungadem Iptu H. Sholeh melayani masyarakat di wilayah Kecamatan Kedungadem, dengan langsung turun ke desa- desa meninjau keadaan masyarakat.
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas (Lantas) Bhayangkara ke 68 yang berpuncak pada 22 September nanti, Satlantas Polres Bojonegoro distribusikan air bersih sebanyak 24 ribu liter kepada warga yang mengalami kekurangan air, Rabu (13/9/2023).
Kemarau, Waduk di Bojonegoro Mulai kering
Puncak musim kemarau tahun 2023 diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Sejak awal kemarau lalu, tercatat 22 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dilanda krisis air bersih.
Warga Kabupaten Bojonegoro yang berada di daerah kekeringan menyambut gembira adanya droping air bersih. Mereka merasa terbantu dengan bantuan air bersih dari Pemkab Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).