Skip to main content

Category : Tag: Tia


UNUGIRI Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik Jatim, Borong 25 Hibah Penelitian Nasional

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro kembali mencatatkan prestasi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada pendanaan Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2026, kampus ini berhasil memperoleh pendanaan untuk 25 judul penelitian dan 8 judul pengabdian kepada masyarakat.

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan, UNUGIRI Revitalisasi UMKM Rengginang Singkong melalui E-CoDigimark

Dalam upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan, dosen dan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) mengusung tema "Smart Mompreneur: Revitalisasi UMKM Rengginang Singkong melalui E-CoDigimark untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Desa Jelu Ngasem dan Wujudkan Asta Cita 3". Pada Kamis (25/6/2026) di Jelu, Ngasem, Bojonegoro

Mutiara Islami

Hijrah Batin Sebagai Manifestasi Hijrah Nabi Muhammad SAW

Sebagaimana diketahui di dalam sejarah, bahwa hijrah Nabi Muhammad SAW, sebenarnya dimulai dari baiah aqobah dua, yang terjadi pada bulan Dzulhijjah, tahun ketigabelas kenabian. Dimana orang yasrib (Madinah) siap melindungi dan berjuang bersama Rasulullah, sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi Rasulullah dan umat Islam di Makkah untuk pindah (hijrah) ke Madinah.

Soekarno Cup I Resmi Bergulir, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Tenis Meja Bojonegoro

Turnamen Tenis Meja Soekarno Cup I resmi bergulir di Pendopo Panti Marhaen H.M. Taufik Kiemas, Jl. HOS. Cokroaminoto, Madean, Jetak, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (20/6/2026). Kejuaraan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Bojonegoro itu dibuka secara simbolis melalui pukulan bola perdana oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro Bambang Sutriyono bersama Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro Sahari.

Kolom

Muharram dan Agenda Perubahan Sosial

Pergantian tahun dalam kalender Hijriah kerap berlalu dalam suasana yang sederhana. Tidak ada pesta kembang api, hitung mundur, ataupun perayaan yang meriah sebagaimana pergantian tahun Masehi. Namun, kesederhanaan itu justru menyimpan pesan yang mendalam. Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, sesungguhnya mengajak umat Islam untuk berhenti sejenak, menengok perjalanan yang telah dilalui, dan menyiapkan langkah yang lebih baik untuk masa depan.

Kolom

Menyalakan Kembali Api Pancasila: Dari Seremoni Menuju Pengamalan

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni selalu menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya. Tahun ini, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam amanatnya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga agar "api Pancasila" tetap menyala dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ajakan tersebut terasa sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan pesan yang sangat mendalam.

Kolom

Melahirkan Ketuhanan di Ruang Nyata

1 Juni, kita peringati sebagai hari lahir Pancasila. Yang namanya kelahiran, tentu ada sesuatu yang dilahirkan. Jika secara etimologis “Panca” yang artinya lima, dan “Sila” berarti berarti asas, artinya lima asas mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sudah seharusnya dilahirkan kembali di ruang nyata. Tidak kemudian berhenti pada gelar upacara seremonial, atau sekadar ucapan flyer belaka.