Tekan Biaya, Petani Sekar Gotong Royong Panen Bawang
Matahari baru bersinar dari ujung timur perbukitan. Hawa dingin pun masih sangat terasa menusuk tulang. Suara ramai orang di ladang terdengar seperti pasar tumpah.
Matahari baru bersinar dari ujung timur perbukitan. Hawa dingin pun masih sangat terasa menusuk tulang. Suara ramai orang di ladang terdengar seperti pasar tumpah.
Plastik warna perak bekilau tampak terbentang di atas gundukan tanah di selatan jalan perbatasan Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro dengan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, cukup menarik mata para pengguna jalan. Karenanya diantara petakan sawah yang sedang musim padi, sekitar 1 (satu) hektar sawah dibuat semacam gundukan dan di tutupi oleh plastik, lalu dilubangi dan di dalamnya ditanami tanaman cabai.
Sebagian petani di ujung selatan Kabupaten Bojonegoro, tepatnya wilayah Kecamatan Sekar tengah panen jagung di lahan persil milik perhutani.
Pada musim kemarau tahun ini, banyak petani yang ada di Kabupaten Bojonegoro memilih menanam bawang merah. Para petani beranggapan bahwa harga bawang merah di pasaran saat panen bisa stabil.
Banyaknya petani Bojonegoro yang menggarap lahan pertaniannya dengan menggunakan pupuk pestisida pada membuat Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro mencoba mengembangkan Budidaya tanaman sehat tanpa bahan kimia.
Memasuki musim kemarau ini, memang banyak lahan pertanian di Bojonegoro kekeringan. Bahkan, dampak kekeringan semakin meluas Sehingga lahan pertanian yang ditanami padi terancam gagal panen. Pasalnya bulir padi tidak berisi sehingga padi yang menguning pun puso.
Kecamatan Sekar tak hanya terkenal dengan tanaman bawang merah, masih ada satu lagi tanaman yang jadi ikon di daerah setempat yaitu cabai.
Memasuki musim kemarau, petani di Desa Ngunut, Kecamatan Dander memilih tanam tanaman palawija, utamanya kacang tanah dan jagung. Sebab, dua jenis tanaman itu dinilai sangat menguntungkan bagi petani desa setempat.
Musim kemarau ini petani di Bubulan banyak yang memanen jagung di lahan Perhutani atau pun kebun.
Ribuan hektar lahan pertanian padi di Kabupaten Bojonegoro saat ini terancam gagal panen. Sebab, tanaman padi milik petani tersebut karena mengalami kekurangan air, sehingga bulir padi yang sudah menguning akhirnya tidak berisi hingga puso.