Hebat...!!Anak Petani Trucuk, Lulus Seleksi Akpol 2018
Suwito (56) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro terlihat sumringah. Sebab, pria yang sehari-hari bekerja sebagai seorang petani itu anaknya lulus menjadi Taruna Akpol.
Suwito (56) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro terlihat sumringah. Sebab, pria yang sehari-hari bekerja sebagai seorang petani itu anaknya lulus menjadi Taruna Akpol.
Guna memperoleh untung dari peningkatan hasil lahan pertanian, petani di Kecamatan Sukosewu, beralih tanam semangka. Ada 20 hektar lahan petani yang saat ini sudah ditanami dan tanaman itu hampir memasuki masa panen.
Pada Pasar Lelang komoditi Pertanian dan Industri Makanan olahan yang digelar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro, Selasa (31/7/2018), total pendapatannya mecapai Rp88 milyar lebih. Dari total itu komoditi yang berhasil terjual banyak yakni serbuk kelor. Nilainya, mencapai Rp 33.750.000.000 dan Daun Kering Kelor mencapai Rp 20.000.000.000.
Transaksi yang dicapai pada pasar lelang hasil pertanian dan olahan produk yang dihadiri para pengusaha besar mencapai hingga Rp88.802.000.000. Jumlah tersebut dicapai hanya selang 1 jam saat dimulai dibukanya pasar lelang.
Pada musim kemarau ini, ribuan hektare lahan pertanian yang ada di Kecamatan Sugihwaras didominasi dengan komoditi tanaman jagung dan tembakau. Petani setempat menilai dua komoditi itu lebih cocok dan lebih laku dijual saat masa panen mendatang.
Waktu menunjukan sekitar pukul 12.15 menit, matahari sangat terik. Namun, tak menyurutakan niat seorang petani di Desa Jono, Kecamatan Temayang ini untuk merawat tembakau miliknya.
Bojonegoro lumbung pangan dan energi. Begitulah kalimat yang sempat populer beberapa tahun lalu. Bukan soal slogan saja, Bojonegoro memang punya banyak sawah ladang, angkatan kerja petani dan juga produk pertanian. Mulai dari padi, bawang merah, cabai, tomat hingga tembakau. Soal kesejahteraan petani, ada yang di atas rata-rata dan banyak juga yang masih di bawah garis kemiskinan. Ini bukan sekedar permasalahan kebijakan dan program pemerintah. Namun, juga paradigma berpikir para petani Bojonegoro serta sarana dan prasarana untuk menuju yang lebih baik.
Matahari baru bersinar dari ujung timur perbukitan. Hawa dingin pun masih sangat terasa menusuk tulang. Suara ramai orang di ladang terdengar seperti pasar tumpah.
Plastik warna perak bekilau tampak terbentang di atas gundukan tanah di selatan jalan perbatasan Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro dengan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, cukup menarik mata para pengguna jalan. Karenanya diantara petakan sawah yang sedang musim padi, sekitar 1 (satu) hektar sawah dibuat semacam gundukan dan di tutupi oleh plastik, lalu dilubangi dan di dalamnya ditanami tanaman cabai.
Sebagian petani di ujung selatan Kabupaten Bojonegoro, tepatnya wilayah Kecamatan Sekar tengah panen jagung di lahan persil milik perhutani.