Jelang pertandingan Persibo Bojonegoro menghadapi Persema Malang di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, Minggu (24/4/2017). Polres Bojonegoro akan nenyiagakan ratusan personil gabungan untuk mengamankan jalannya laga tersebut.
Prestasi mentereng ditunjukkan Kodim 0813 Bojonegoro, karena dipercaya Kodam V Brawijaya mewakili Jawa Timur dalam perlombaan Binter (Pembinaan Teritorial) ke-XX tingkat Nasional. Rencananya mulai Kamis (20/4/2014) sampai Jum'at (21/4/2017) besok akan dinilai.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Peringati Hari Ulang (HARLAH) Nahdlatul Ulama' (NU) yang ke-94, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro menggelar serangkain acara di Musola IAI Sunan Giri, Rabu (19/4/2017)
Pelaksanaan UJian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dilaksanakan hari ini, Rabu (19/4/2017). Ujian susulan tersebut, diikuti sebanyak 256 siswa dari 5 SMK di Kabupaten Bojonegoro.
Sejumlah warga yang bekerja sebagai penambang pasir di bantaran Bengawan Solo menandatangani kesepakatan bersama terkait peraturan pengambilan pasir, Rabu (19/4/2017).
Di saat Kota Jakarta melaksanakan Pilkada putaran ke dua, Rabu (19/4/2017), berbeda di Kabupaten Bojonegoro yang mengadakan istighosah dan do'a bersama di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Tidak hanya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tapi ribuan masyarakat di Kota Ledre membanjiri masjid agung untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Sebagai salah satu daerah yang dulunya dipandang miskin, kolot dan sangat dekat dengan konflik, Bojonegoro berangsur berubah. Dengan role model yang diterapkan Bupati Bojonegoro, Suyoto (Kang Yoto), gaung dari kota ledre ini perlahan menunjukan tajinya. Akses jalan rusak membaik, pendidikan berangsur meningkat dan pelan tapi pasti masyarakatnya juga kian memahami konteks masalah yang tengah mendera. Lantas apa yang membikin demikian bisa terjadi?
Meski sempat kabur dari kejaran pemilik toko, Copet alias Lontong (21) warga Jalan KH. Manshur Kelurahan Ledok Kulon akhirnya harus meringkuk di sel Mapolres Bojonegoro. Dia ditangkap petugas setelah mencuri handphone dan uang di komplek pertokoan Podomoro Desa Pacul, Kota Bojonegoro.
Kasat Reskrim Polres Bojon