Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com - Perwakilan Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) Kabupaten Bojonegoro, menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro guna menuntut kesetaraan kesejahteraan, Rabu (18/02/2026).
Audiensi ditemui langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah. Perwakilan FGSNI Bojonegoro mendesak agar guru swasta di bawah naungan Kemenag, mulai dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA, mendapatkan alokasi insentif atau tambahan penghasilan yang bersumber dari 20 persen anggaran pendidikan APBD.
Selain Wakil Bupati Bojonegoro, pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda), Kabag Kesra, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.
Perwakilan FGSNI Bojonegoro, M. Burhanuddin memberikan pernyataan terkait harapan para guru. Menurutnya, kontribusi guru madrasah dalam mencerdaskan anak bangsa di Bojonegoro tidak perlu diragukan lagi, sehingga dukungan finansial dari pemerintah daerah menjadi sebuah keharusan.
“Pokoknya harus dianggarkan. Jika tidak, maka guru-guru akan mendesak melalui forum-forum resmi berikutnya sampai permohonan dikabulkan,” ujar M. Burhanuddin dengan tegas.
FGSNI berharap Pemkab Bojonegoro dapat memberikan keadilan dalam pendistribusian anggaran pendidikan, mengingat besarnya kapasitas fiskal daerah. Langkah ini dianggap vital untuk menjaga motivasi para guru swasta yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
Pertemuan tersebut berakhir dengan kesepakatan bahwa pihak Pemkab akan segera melakukan kajian regulasi dan pemetaan anggaran agar tuntutan insentif tersebut dapat direalisasikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Bupati Nurul Azizah memastikan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap nasib para guru madrasah. Ia menyatakan akan segera melakukan langkah koordinasi internal untuk mencari solusi terbaik bagi para pendidik.
“Hasil audiensi hari ini akan segera kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama OPD terkait,” tegas Nurul Azizah. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published