Kontributor: Uul Lyatin
blokBojonegoro.com – Sebanyak 391 mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro mengikuti Yudisium Fakultas Tarbiyah pada Rabu (2/9/2026). Setelah menyelesaikan rangkaian perkuliahan dan tugas akhir, para mahasiswa didorong untuk menjadikan ilmu yang diperoleh bukan sekadar pengetahuan, tetapi bekal membangun karakter dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Dari jumlah tersebut, 244 mahasiswa berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 48 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan 99 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Yudisium menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa setelah melalui proses perkuliahan, penelitian, penyusunan tugas akhir, hingga ujian. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya fase baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah UNUGIRI.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Badan Pengelola Perguruan Tinggi (BPP) UNUGIRI, jajaran rektorat dan dekanat Fakultas Tarbiyah, para ketua dan sekretaris program studi, dosen, serta peserta yudisium.
Dekan: Jadikan Ilmu sebagai Karakter
Dekan Fakultas Tarbiyah UNUGIRI, Dr. Hj. Ulfa, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
Ia berpesan agar para lulusan memiliki dedikasi terhadap ilmu, profesi, dan pengabdian di mana pun mereka berada. Menurutnya, perjalanan setelah lulus akan menghadirkan berbagai tantangan sehingga dibutuhkan sikap optimis, keteguhan, dan doa.
“Jadilah pribadi yang mempunyai dedikasi tinggi dalam ilmu, dalam profesi dan pengabdian kapan pun dan di mana pun. Hadapilah kehidupan dengan optimis, karena semua halangan dan rintangan kalau dibarengi dengan doa akan ditunjukkan jalannya oleh Allah,” pesannya.
Selain kompetensi akademik, ia mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan bermasyarakat maupun ketika memasuki dunia profesional. “Mempunyai akhlakul karimah di mana pun kamu berada,” lanjutnya.
Bu Ulfa menegaskan, ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah harus mampu memberikan dampak nyata. Pendidikan, menurutnya, tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus membentuk pribadi yang memiliki karakter dan mampu mengimplementasikan ilmunya.
“Selamat atas pencapaian kalian hari ini. Jadikan ilmu kalian bukan sekadar pengetahuan, tetapi menjadikan kalian berkarakter untuk mengimplementasikan di dalam masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mendorong para lulusan untuk menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta terus beradaptasi dengan perkembangan dan tantangan di dunia kerja maupun masyarakat.
BPP Unugiri: Perbanyak Komunikasi dan Bangun Jaringan
Pesan serupa disampaikan Badan Pembina Pendidikan (BPP) UNUGIRI. Dalam sambutannya, BPP menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sekaligus mengingatkan bahwa yudisium bukanlah akhir dari proses belajar.
Para lulusan justru akan memasuki fase kehidupan dengan tantangan yang berbeda. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama kuliah perlu dikembangkan melalui komunikasi, pengalaman, dan jaringan yang luas.
“Kuliah kalian sudah terlewati, sekarang kalian akan menghadapi masa depan yang jauh lebih sulit. Manfaatkan ilmumu, perbanyak komunikasi, mencari jaringan supaya ilmunya bermanfaat dan tetap jaga nama baik UNUGIRI di dunia luar,” pesannya.
BPP juga berharap para lulusan tetap membawa nama baik almamater dan terus mengembangkan diri setelah menyelesaikan pendidikan.
Mahasiswa: Yudisium Bukan Akhir Perjuangan
Perwakilan mahasiswa dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya perjalanan pendidikan di Fakultas Tarbiyah. Apresiasi juga disampaikan kepada dosen, pimpinan fakultas, orang tua, keluarga, dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses perkuliahan.
Bagi mahasiswa, yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi penanda berakhirnya satu fase sekaligus awal untuk menghadapi tantangan berikutnya. “Orang-orang hebat bukan orang yang tidak pernah gagal, melainkan orang yang terus berjuang tanpa ada keinginan menyerah sampai mereka berhasil,” ungkap perwakilan mahasiswa.
Ia juga mengajak para lulusan untuk tidak takut memiliki cita-cita besar dan tetap yakin terhadap proses yang akan dijalani. “Jangan takut jika mimpimu terlalu besar, ingatlah yang mengatur hidupmu ialah Allah Yang Maha Esa,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa pencapaian yudisium bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Tiga Penelitian Terbaik Tampilkan Inovasi Mahasiswa
Selain menjadi momentum pengesahan capaian akademik, Yudisium Fakultas Tarbiyah juga memberikan apresiasi terhadap penelitian terbaik dari masing-masing program studi. Tiga karya tersebut menunjukkan perhatian mahasiswa terhadap perkembangan pembelajaran, khususnya dalam pemanfaatan teknologi, pendekatan STEAM, coding, dan gamifikasi.
PAI: Bahan Ajar Digital Berbasis Web
Penelitian terbaik dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) diraih Aszahri Nova Nur Saidatul Nisa (NIM 220101332) melalui penelitian berjudul: “Pengembangan Bahan Ajar Digital User Friendly Berbasis Web Lynk.id untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa Materi Mencegah Pergaulan Bebas Kelas XI MA Darul Ma’wa.”
Penelitian tersebut mengembangkan bahan ajar digital berbasis web yang dirancang ramah pengguna sekaligus mendukung peningkatan literasi digital siswa.
PGMI: LKPD IPAS Terintegrasi Coding
Dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), penelitian terbaik diraih Nur Diana Rahayu (NIM 220201049) dengan judul: “Pengembangan LKPD IPAS Berbasis STEAM yang Terintegrasi dengan Coding pada Materi Rantai Makanan Kelas V SD Islam Darussalam Kedungrejo.”
Karya tersebut mengintegrasikan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dengan coding dalam pembelajaran IPAS. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pemecahan masalah peserta didik.
PIAUD: Coding melalui Gamifikasi
Sementara dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), penelitian terbaik diraih Regista Eka Marita (NIM 240304006) melalui penelitian berjudul: “Pengembangan Media Coding Magicland Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Anak Usia 5–6 Tahun di TK Putra Bangsa Trucuk Bojonegoro.”
Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berbasis gamifikasi yang memadukan aktivitas coding dengan pengalaman bermain bagi anak usia dini. Media tersebut diarahkan untuk menstimulasi kemampuan problem solving anak usia 5–6 tahun melalui aktivitas pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak.
Kehadiran tiga penelitian terbaik tersebut menjadi gambaran bahwa proses pendidikan di Fakultas Tarbiyah UNUGIRI tidak hanya diarahkan pada penyelesaian studi, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan. [uul/mad]