Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Rencana relokasi sejumlah pabrik asal China ke Kawasan Industri Madura di Bangkalan mendapat dukungan DPRD Jawa Timur. Namun, investasi tersebut dinilai harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Madura, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan pelibatan pelaku usaha lokal.
Anggota DPRD Jatim Raden Harisandi Savari menyambut positif rencana investasi tersebut. Ia meminta pemerintah memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian utama dari pertumbuhan kawasan industri.
"Ini adalah kabar baik bagi Madura. Namun yang paling penting bukan hanya berdirinya pabrik, melainkan sejauh mana investasi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai masyarakat Madura hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri," kata Harisandi.
Harisandi meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten memastikan perusahaan yang berinvestasi memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal. Kebijakan itu, kata dia, harus dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat Madura mampu memenuhi kebutuhan industri.
"Saya mendorong adanya komitmen yang jelas agar mayoritas tenaga kerja berasal dari Madura. Pemerintah juga perlu menggandeng SMK, perguruan tinggi, dan balai latihan kerja untuk menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri," tambahnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendukung juga harus menjadi perhatian pemerintah. Akses jalan, pelabuhan, pasokan listrik, air bersih, hingga konektivitas logistik menjadi faktor penting agar kawasan industri dapat berkem bang secara optimal.
Selain itu, ia meminta investasi yang masuk tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok industri.
"Kita ingin industrialisasi yang inklusif. UMKM Madura harus ikut tumbuh sebagai mitra industri, bukan tersisih. Dengan begitu, efek berganda terhadap perekonomian daerah akan benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, Harisandi memastikan DPRD Jatim akan ikut mengawal realisasi investasi tersebut. Pengawasan diperlukan agar investasi berjalan transparan dan memberikan kepastian bagi investor, sekaligus memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat Madura.
Ia berharap masuknya industri asal China dapat menjadi awal transformasi ekonomi Madura, khususnya dalam membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan memperkuat posisi Madura sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. [feb/mad]