Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Bojonegoro ikut mengambil peran dalam pengelolaan sampah melalui program Satu Desa Satu Bank Sampah (SDSB). Komitmen tersebut diwujudkan dengan peresmian Bank Sampah Kendalisada Kwartir Cabang Bojonegoro yang berada di kawasan Pusdiklatcab Kendalisada, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, pada Kamis (13/8/2026) malam.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, usai seremoni launching program mengatakan, keberadaan bank sampah menjadi bagian dari upaya Pramuka dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, pengelolaan lingkungan hidup, termasuk persoalan sampah, sejalan dengan nilai-nilai pendidikan kepramukaan.
"Bank Sampah ini sebagai upaya kemandirian, utamanya Saka Kalpataru, inilah yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk di dalamnya adalah persampahan. Kita semua yakin bahwa Pramuka itu bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah," ungkap Kak Nurul kepada blokBojonegoro.com.
Ia menjelaskan, ketika Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki program SDSB, Gerakan Pramuka turut mengambil bagian. Peran tersebut tidak hanya berupa pembelajaran teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada anggota Pramuka dalam mengelola sampah.
"Ketika Pak Bupati mempunyai program SDSB, Satu Desa Satu Bank Sampah, maka Pramuka juga ikut berperan di dalam pembelajaran. Tidak hanya pembelajaran, tetapi fakta bahwa pengelolaan sampah harus ada di Pramuka," jelasnya.
Kak Nurul menambahkan, edukasi pengelolaan sampah nantinya akan diteruskan hingga pangkalan atau gugus depan (gudep). Materi tentang pengelolaan sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari pembelajaran bagi anak-anak Pramuka.
"Jadi nanti pangkalan gudep itu juga di dalam pembelajaran anak-anak, materi ini ada. Kemudian masing-masing termasuk juga di dalam pengelolaan sampah," katanya.
Selain edukasi, Kwarcab Bojonegoro juga akan menjalin kerja sama dengan pengepul sampah. Skema tersebut diharapkan membuat anggota Pramuka memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
"Kita akan kerja sama kepada pengepul, dan nanti edukasi sampah membawa rupiah. Ini untuk mengatasi masalah. Anak-anak Pramuka khususnya sebagai pembelajaran, tidak hanya teori, tapi fakta," tegasnya.
Melalui Bank Sampah Kendalisada, dia berharap anggota Pramuka mampu beradaptasi dengan persoalan lingkungan yang ada di sekitarnya. Pengelolaan sampah diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan sejak dini, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Pramuka dalam mendukung program lingkungan di Bojonegoro. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published