Polemik Penundaan Haji 2026, Abidin Fikri: Persiapan Tetap Berjalan Sesuai Rencana
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abidin Fikri, soal polemik penundaan Haji 2026 (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abidin Fikri, menegaskan hingga saat ini Kerajaan Arab Saudi belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rilis media, menyusul polemik yang berkembang di masyarakat akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Abidin mengatakan, meskipun dinamika konflik di kawasan tersebut terus dipantau, Komisi VIII DPR RI tetap optimistis pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 akan berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada maklumat atau kebijakan resmi dari otoritas Arab Saudi terkait pelarangan atau penundaan haji, sebagaimana yang pernah terjadi pada masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

"Kami di Komisi VIII terus mengawal persiapan haji 2026 secara menyeluruh, termasuk aspek regulasi, teknis, dan pembiayaan, serta kesiapan secara terencana yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah. Masyarakat diminta tetap tenang karena belum ada indikasi konflik akan mengganggu wilayah suci Makkah dan Madinah," ungkap Abidin Fikri, Rabu (11/3/2026).

Politisi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IX itu juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah Indonesia dengan pihak Arab Saudi agar informasi yang diterima masyarakat, khususnya calon jemaah haji, tetap jelas dan akurat.

Ia juga meminta pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, sekaligus memastikan pelayanan bagi jemaah tetap optimal.

Abidin menegaskan Komisi VIII DPR RI berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proses persiapan haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Hal itu dilakukan agar penyelenggaraan ibadah haji dapat berlangsung aman, nyaman, serta mampu meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh calon jemaah Indonesia. [feb/mad]