Reporter: Nidhomatur, MR.
blokBojonegoro.com - Kementerian Agama bersama British Council menutup program Continuing Professional Development (CPD) di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama. Program ini menjadi bagian dari kerja sama strategis Indonesia dan Inggris dalam pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru bahasa Inggris madrasah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agenda penutupan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kemajuan kemitraan kedua negara.
“Acara hari ini bukan sekadar seremoni penutup. Ini adalah perayaan persahabatan, kemajuan, dan komitmen bersama antara Indonesia dan Inggris. Kedua negara telah lama memiliki hubungan yang erat dan produktif, termasuk dalam bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Menag.
Ia menjelaskan bahwa sejak penandatanganan komitmen bersama pada November 2025, kerja sama pendidikan Indonesia–Inggris semakin diperkuat, khususnya dalam peningkatan kualitas madrasah dan perluasan jejaring global pendidikan Indonesia.
“Ini bukan capaian kecil. Ini adalah investasi strategis bagi masa depan pendidikan Islam di Indonesia. Guru adalah penggerak utama kemajuan pendidikan. Ketika guru berkembang, peserta didik pun berkembang,” tegasnya.
Menurut Menag, penguasaan bahasa Inggris membuka akses lebih luas terhadap pengetahuan global, riset, inovasi, dan kolaborasi internasional. Karena itu, ia berharap kemitraan ini terus berlanjut dan diperluas.
“Kami meyakini British Council dan Pemerintah Inggris akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di madrasah. Kemitraan berkelanjutan dan penguatan kapasitas guru akan menjadi kunci dampak jangka panjang,” tambahnya.
Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia, British Council, Summer Xia, menekankan bahwa penguatan kompetensi guru merupakan bagian penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Sebanyak 100.000 pembelajar bahasa Inggris di seluruh Indonesia menjadi bagian dari visi besar peningkatan kualitas pendidikan menuju Indonesia Emas 2045, di mana penguatan kompetensi guru merupakan elemen penting transformasi pendidikan,” ujarnya.
Ia mengingat kembali pertemuan dengan Menteri Agama tahun lalu yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Inggris dan Kementerian Agama.
“Hari ini kita melihat komitmen tersebut mulai diwujudkan dalam aksi nyata,” lanjutnya.
Selama delapan minggu terakhir, sebanyak 613 guru bahasa Inggris madrasah dari berbagai daerah telah menyelesaikan program CPD yang diawali dengan pemetaan kompetensi nasional untuk memahami kebutuhan nyata para guru.
Para peserta membangun komunitas belajar aktif melalui forum diskusi, grup WhatsApp, serta sesi pembelajaran langsung yang dipandu fasilitator Indonesia dan internasional. Dampaknya pun terlihat signifikan.
“Lebih dari 80 persen peserta menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris, khususnya pada keterampilan berbicara. Para guru juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengajar, mendengar, dan berbicara. Kompetensi ini penting untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan global,” jelas Summer Xia.
Penutupan program CPD ini menegaskan bahwa kolaborasi internasional di bidang pendidikan bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret membangun kualitas guru madrasah agar semakin kompeten, percaya diri, dan terhubung dengan dunia global. [mu/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published