Tujuh Rumah Warga Sarirejo Bojonegoro Terancam Amblas ke Bengawan Solo

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Tanah longsor kembali terjadi di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Karangwaru, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Hal tersebut, menyebabkan tujuh rumah warga setempat terancam amblas ke Sungai Bengawan Solo, Senin (26/1/2026).

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo mengungkapkan, longsor dipicu oleh naik turunnya debit air Bengawan Solo yang menyebabkan abrasi dan pergerakan tanah di tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

“Kondisi ini berdampak langsung pada rumah-rumah warga yang jaraknya kini sangat dekat dengan bibir sungai, bahkan ada yang sudah nol meter,” ungkap Agus.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel BPBD Bojonegoro langsung mendatangi lokasi untuk melakukan assessment. Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako kepada warga terdampak.

“Kami sudah melakukan assessment di lapangan dan menyerahkan bantuan awal kepada warga. Kami juga menyarankan pihak pemerintah desa untuk segera membuat surat permohonan penanganan kepada Bupati Bojonegoro dengan tembusan ke BPBD, PU SDA, dan BBWS,” tambahnya.

Adapun, lanjut Agus, tujuh rumah yang terdampak longsor, yakni milik Rasmadi, Anim Suroto, Sutamah, Rumini, Sudirman, Nurkalim, dan Suwarno. Beberapa rumah kini berada tepat di bibir sungai, sementara sebagian warga masih bertahan di rumahnya dengan kondisi rawan.

“Untuk sementara, dua warga sudah mengungsi, yakni Bapak Rasmadi yang pindah ke lahan miliknya sendiri dan Bapak Sudirman yang pindah ke rumah dekat Balai Desa Sarirejo. Sementara warga lainnya masih menempati rumah masing-masing,” bebernya.

BPBD Bojonegoro mengimbau warga yang tinggal di bantaran Bengawan Solo agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat debit air sungai mengalami kenaikan. [riz/mad]