Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) memberikan waktu tambahan perbaikan tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno yang kembali ambrol beberapa waktu lalu. Kontraktor pelaksana diberi waktu perpanjangan masa perbaikan hingga 300 hari.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU-SDA Kabupaten Bojonegoro, Iwan Kristian mengungkapkan, kontraktor pelaksana kembali diberikan perpanjangan waktu untuk memperbaiki kerusakan pada tebing penahan tersebut.
“Waktunya 300 hari, sejak Desember 2025 hingga November 2026,” ungkap Iwan Kris sapaannya, Senin (26/1/2026).
Namun, lanjut Iwan, pekerjaan saat ini belum bisa dimulai. Sebab, akses jalan menuju ke lokasi pembangunan masih dibangun rigid beton. Sehingga, pengerjaan perbaikan tahap dua ini, bakal dimulai sekitar bulan April mendatang.
“Selain itu, faktor cuaca juga menjadi pertimbangan. Sebab, di bulan April telah memasuki musim kemarau, dan debit Sungai Bengawan Solo juga tak setinggi saat musim penghujan seperti saat ini,” ujarnya.
Disinggung perihal bila terjadi kerusakan kembali usai perbaikan kedua ini dilaksanakan, Iwan Kris menjelaskan, jika sebelum pengerjaan perbaikan pada tahap dua ini selesai, pihaknya akan melakukan pengecekan secara menyeluruh. Sehingga, jika terdapat potensi kerusakan, akan segera diperbaiki dan diperkuat.
“Kami usahakan cek menyeluruh (sebelum pengerjaan selesai), kalau yang berpotensi rusak kami perbaiki dan perkuat lagi,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan perwakilan dari Kontraktor Pelaksana. Juru Bicara PT Indopenta Bumi Permai, Ardhiyana mengatakan, pihaknya telah menyiagakan alat berat di lokasi sebagai langkah awal penanganan. Namun, kondisi debit dan ketinggian air Bengawan Solo masih menjadi faktor penentu dimulainya pekerjaan fisik.
“Saat ini, satu unit excavator tetap disiagakan di lokasi sembari menunggu elevasi muka air sungai turun untuk pembuatan dudukan alat berat (platform),” ujar Ardhiyana.
Perihal belum dimulainya pengerjaan, Ardhiyana menjelaskan, saat ini akses jalan menuju ke lokasi di Desa Lebaksari tengah dilakukan pembangunan rigid beton. Sehingga, ia menunggu rigid beton benar-benar rampung, dan dapat dilalui kendaraan berat untuk ke lokasi tebing.
“Jalannya masih ditutup, ada pengerjaan rigid beton. Kami menunggu itu selesai dan benar-benar kering, sehingga alat berat kami bisa masuk ke lokasi,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, megaproyek pembangunan pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kembali ambrol. Padahal, proyek yang menelan pagu anggaran Rp40 miliar dari APBD Bojonegoro tahun 2024 tersebut baru saja selesai dikerjakan ulang pada masa pemeliharaan selama tahun 2025.
Pantauan di lapangan menunjukkan, ambrolnya tebing terjadi di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, dengan panjang mencapai sekitar 40 meter. Sejumlah tiang pancang yang ditancapkan di tanah tampak rusak dan patah, bahkan beberapa di antaranya terangkat dan tidak lagi menancap sebagaimana mestinya.
Tak hanya itu, beberapa bronjong yang sebelumnya telah diperbaiki juga kembali ambles sepanjang kurang lebih 30 meter.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek pembangunan pelindung tebing sungai yang berada di Desa Lebaksari dan Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno, memiliki total panjang 980 meter dengan nilai pagu Rp40 miliar. Proyek ini dimenangkan oleh PT Indopenta Bumi Permai, perusahaan asal Surabaya, dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp39,6 miliar. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published