Pastikan Tepat Sasaran, Wabup Bojonegoro Sidak Penerima Stiker "Keluarga Miskin”
Wabup Bojonegoro melakukan sidak di salah satu KPM yang ditempel Stiker “Keluarga Miskin” di Desa Bendo, Kapas (Foto: Rizki Nur Diansyah)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Sidak tersebut, memastikan secara langsung kelayakan keluarga penerima manfaat (KPM) yang ditempeli stiker “Keluarga Miskin”, Selasa (6/1/2026).

Pantauan di lapangan, Wabup Bojonegoro bersama rombongan Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker), Badan Pusat Statistik (BPS), Camat, hingga Pemdes setempat melakukan inspeksi ke sejumlah KPM.

Wabup Nurul mengatakan, sesuai perintah Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono pihaknya menekankan agar data acuan penempelan stiker, yakni Damisda (Data Kemiskinan Daerah) harus sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Data tersebut (Damisda) berasal dari Kepala Desa kemudian dilakukan Musyawarah Desa (Musdes) dan dilaporkan ke Bupati, setiap 6 bulan sekali,” ungkap Nurul.

Nurul menegaskan, jika data tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, maka pada saat pemberian bantuan selanjutnya, nama penerima tersebut akan dicoret dari Damisda.

“Jika (masih) tidak tepat sasaran, segera laporkan ke Dinsos,” tegas Nurul.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinsos Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardianto. Menurutnya, pemasangan stiker “Keluarga Miskin” ini berdasarkan Damisda. Proses awal pendataan data tersebut, dari masing-masing Kepala Desa.

“Kemudian, ditempel stiker ini sebagai bentuk transparansi, dan akurasi data kepada masyarakat maupun penerima bansos,” kata Antok sapaan karibnya.

Perihal dugaan tak tepat sasaran yang tengah ramai diperbincangkan, Antok menjelaskan, jika setelah pemasangan stiker tahap pertama yang menyasar 50.987 KK ini, akan dilakukan evaluasi dan perbaikan data lagi.

“Harpaan kita akan ada perbaikan data, sehingga data yang tepat sasaran bisa tercapai. Selain itu, kami juga akan melakukan pemutakhiran data untuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” pungkasnya. [riz/mad]