Skip to main content

Category : Kolom


Kolom

Membumikan Akhlak Nabi Muhammad SAW di Era Digital

Setiap kali Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati, kita kembali mengingat sosok manusia agung yang diutus Allah SWT sebagai uswah hasanah, teladan terbaik bagi kehidupan. Kita membaca sejarah perjuangannya, memperbanyak shalawat, mendengarkan kisah keluhuran budi pekertinya, dan mengungkapkan kecintaan kepada beliau. Namun, sejauh mana akhlak Nabi SAW benar-benar hadir dalam kehidupan kita hari ini?

Kolom

Merdeka Membaca

Sudah 81 tahun, negara tercinta Indonesia ini merdeka. Namun, ada yang masih menyimpan tanda tanya, apakah kita sudah merdeka dalam membaca?

APMF 2026 Blueprint the Beyond: Mencari Model Bisnis Baru Jurnalisme di Era AI

Ada pertanyaan besar yang terus muncul sepanjang Asia Pacific Media Forum 2026 pada 5-7 Agustus 2026 lalu di Nusa Dua, Bali: ketika teknologi, perilaku konsumen, dan industri periklanan berubah begitu cepat, dari mana pertumbuhan media berikutnya akan datang? Masih adakah masa depan untuk publishers berbasis news? Apa peran media dan jurnalisme di lanskap informasi baru ini?

Kolom

Kembali Menyoal Sound Horeg, Plus dan Minusnya!

Tulisan ini merupakan respon terhadap wacana akan ada event yang menggunakan sound horeg yang diselenggarakan oleh salah satu Pemerintah Desa (Pemdes) di Kecamatan Dander pada pertengahan bulan Juli ini. Rencananya, acara tersebut akan digelar di Gedung Olahraga (GOR) Bojonegoro.

Investasi Politik

Indonesia bercita-cita mencapai Indonesia Emas 2045. Namun, mari kita berbicara jujur: mungkinkah Indonesia menjadi negara maju jika rakyatnya sengaja dibiarkan buta politik?

Kolom

Muharram dan Agenda Perubahan Sosial

Pergantian tahun dalam kalender Hijriah kerap berlalu dalam suasana yang sederhana. Tidak ada pesta kembang api, hitung mundur, ataupun perayaan yang meriah sebagaimana pergantian tahun Masehi. Namun, kesederhanaan itu justru menyimpan pesan yang mendalam. Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, sesungguhnya mengajak umat Islam untuk berhenti sejenak, menengok perjalanan yang telah dilalui, dan menyiapkan langkah yang lebih baik untuk masa depan.

Kolom

Memilih Sekolah, Menilai Pendidik

Tidak ada salahnya, bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi, untuk sejenak bertanya-tanya perihal pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik –dalam hal ini guru, ustaz, ustazah. Mengapa? Minggu (7/6/26) yang lalu, penulis duduk sambil ngopi untuk menyelesaikan layout naskah buku di warung.

Kolom

Mengurai Anomali DTSEN Bojonegoro: Ketika Data Tidak Sekadar Angka

Di sebuah balai desa di pelosok Bojonegoro, seorang petugas pendataan tampak kebingungan. Di hadapannya ada rumah sederhana berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, dan masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Namun ketika data di layar aplikasi muncul, keluarga itu justru tercatat memiliki kondisi yang “tidak wajar” atau masuk kategori anomali.

Kolom

Menyalakan Kembali Api Pancasila: Dari Seremoni Menuju Pengamalan

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni selalu menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya. Tahun ini, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam amanatnya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga agar "api Pancasila" tetap menyala dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ajakan tersebut terasa sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan pesan yang sangat mendalam.

Kolom

Melahirkan Ketuhanan di Ruang Nyata

1 Juni, kita peringati sebagai hari lahir Pancasila. Yang namanya kelahiran, tentu ada sesuatu yang dilahirkan. Jika secara etimologis “Panca” yang artinya lima, dan “Sila” berarti berarti asas, artinya lima asas mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sudah seharusnya dilahirkan kembali di ruang nyata. Tidak kemudian berhenti pada gelar upacara seremonial, atau sekadar ucapan flyer belaka.