900 Siswa Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bojonegoro Ikuti Edukasi Pemanfaatan AI dan Bahaya Hoaks
Kanit III Satreskrim Polres Bojonegoro, IPTU Agus Wijaya, SH, didampingi Plt. Kasi Pendma Kemenag Bojonegoro, Achmad Miftachus Solichin saat meninjau kegiatan di MAN 1 Bojonegoro (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Polres Bojonegoro bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan edukasi pemahaman kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi pelajar Madrasah Aliyah (MA) sederajat. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari, 16-18 September 2026, di MAN 1 Bojonegoro dan MAN 2 Bojonegoro.

Kegiatan yang diikuti sekitar 900 peserta tersebut bertujuan membekali generasi muda agar mampu menggunakan gadget, media sosial, dan teknologi AI secara bijak, aman, serta bertanggung jawab.

Kanit III Satreskrim Polres Bojonegoro, IPTU Agus Wijaya, SH, mengatakan edukasi tersebut penting di tengah maraknya penggunaan media sosial dan perkembangan produk AI yang semakin pesat.

Menurutnya, para pelajar perlu memiliki kemampuan untuk membedakan konten yang dibuat menggunakan AI dengan informasi atau produk yang benar-benar nyata. Hal tersebut menjadi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu maupun hoaks yang beredar di media sosial.

"Penting memahami media sosial dan memiliki ketelitian sebelum membagikan suatu pemberitaan," ungkap IPTU Agus kepada blokBojonegoro.com disela acara, Rabu (16/9/2026). 

Ia menambahkan, teknologi AI pada dasarnya memberikan banyak manfaat bagi kehidupan, termasuk bagi dunia pendidikan. Namun, penggunaan yang tidak bertanggung jawab juga dapat menimbulkan dampak negatif dan berisiko merugikan generasi muda.

Karena itu, Polri berharap kegiatan edukasi tersebut dapat mendorong para siswa untuk memanfaatkan AI secara bertanggung jawab serta lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada MAN 1 dan MAN 2 Bojonegoro yang telah menyediakan tempat dan mendukung pelaksanaan kegiatan. Apresiasi juga diberikan kepada Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro, Achmad Miftachus Solichin, menyampaikan bahwa kegiatan diikuti 900 peserta yang terbagi di MAN 1 dan MAN 2 Bojonegoro.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dengan dua sesi setiap harinya. Menurutnya, pembekalan mengenai penggunaan teknologi diperlukan karena generasi milenial dan pelajar saat ini sangat aktif menggunakan gadget.

"Perlu adanya pembekalan agar mereka bisa menggunakan gadget dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu yang didapat dari pelatihan ini," katanya.

Mifta juga mengapresiasi Polres Bojonegoro yang telah menginisiasi dan memberikan edukasi kepada para pelajar. Ia berharap materi yang diberikan dapat diterapkan peserta dalam aktivitas sehari-hari, khususnya ketika menggunakan media sosial dan teknologi AI.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman pelajar terhadap teknologi AI, tetapi juga membangun sikap kritis, teliti, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi serta menyikapi informasi di ruang digital. [feb/mad]