Presiden RI Prabowo Subiyanto Diundang ke Muktamar ke 35 NU di Ponpes Tambakberas
Ilustrasi Presiden Prabowo Subiyanto saat hadir di acara NU, tepatnya ketika Mujahadah Kubro

Reporter: Nidhomatur, MR

blokBojonegoro.com - Berbagai persiapan dilakukan oleh Panitia Lokal (Panlok) Muktamar NU ke 35 di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Selain itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga melakukan kegiatan-kegiatan, termasuk merencanakan mengundang Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kehadiran Presiden Prabowo dijadwalkan untuk membuka Muktamar NU ke-35. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan dalam acara yang akan digelar, 27 sampai 31 Agustus 2026 mendatang.

“Muktamar NU ke-35 tinggal sekitar 40 hari, jadi berbagai persiapan dilakukan,” kata Gus Ipul di Kantor Pengurus Wilayan Nahdlatul (PWNU) Jatim, Selasa (21/7/2026).

Gus Ipul menyebut, PBNU bakal mengundang Presiden Prawbowo dalam pembukaan acara itu. Dia pun berharap, gelaran Muktamar NU ke-35 berjalan dengan lancar. “Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan diharapkan akan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” terangnya.

PBNU masih terus melakukan konsolidasi dengan seluruh Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW), agar seluruh pengurus bisa mengikuti Muktamar.

“Saya berharap seluruh PW dan PC yang belum melengkapi surat-surat atau juga dokumen-dokumen agar bisa mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari PBNU,” tambahnya.

Gus Ipul menyebut bahwa ada kebijakan khusus bagi PWNU yang ada di Papua. Sebab, ada beberapa yang masih belum melengkapi dokumen sebagai syarat mendapatkan SK. “Tentu memberikan pendampingan, mitigasi kepada cabang-cabang dan wilayah yang belum melengkapi dokumen-dokumennya dalam rangka untuk memperoleh penetapan SK,” pungkasnya.

Semuanya berusaha dan bekerja keras agar waktu yang tersisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. PBNU memberi kesempatan kepada PW dan PC agar semuanya mengikuti proses dan bisa menjadi peserta Muktamar penuh. [lis/mad]