Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Bojonegoro akan menggelar Madrasah Jurnalensa sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik dan kehumasan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). Program ini diharapkan mampu melahirkan kader yang terampil mengelola informasi dan publikasi organisasi di era digital.
Pelaksanaan Madrasah Jurnalensa dibagi dalam empat zona, yakni zona timur, zona tengah, zona selatan, dan zona barat. Pembagian wilayah tersebut dilakukan agar pelatihan dapat menjangkau peserta dari seluruh Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan perdana akan dibuka di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Balen yang menjadi lokasi pelaksanaan zona timur. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Ketua LTNNU Bojonegoro, Ali Syafa'at, menjelaskan Madrasah Jurnalensa tidak hanya memberikan bekal keterampilan menulis berita, tetapi juga membahas teknik peliputan, pengelolaan media publikasi, hingga strategi membangun komunikasi organisasi melalui media digital.
"Selain memperoleh materi dari narasumber yang kompeten, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas berupa seminar kit, kesempatan memperluas jejaring antarpengelola media NU, serta pendampingan selama proses pelatihan," tandasnya, Senin (6/7/2026).
Pria yang akrab disapa Kaji AT itu menambahkan, setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, peserta diharapkan mampu menjadi pengelola kehumasan di MWCNU masing-masing. Dengan begitu, setiap MWCNU memiliki sumber daya yang mampu mendokumentasikan, mengelola, dan mempublikasikan berbagai kegiatan organisasi secara profesional.
Madrasah Jurnalensa akan menghadirkan Nanang Fahrudin dan Parto Sasmito sebagai narasumber. Keduanya dijadwalkan berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan materi seputar jurnalistik dan pengelolaan media sebagai sarana dakwah serta penguatan citra organisasi.
Melalui program ini, LTNNU Bojonegoro berharap lahir kader-kader muda yang memiliki kemampuan jurnalistik, adaptif terhadap perkembangan media digital, serta mampu menyebarluaskan informasi kegiatan NU secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab.
Naskah ini menggunakan gaya straight news dengan lead yang lebih kuat, alur lebih mengalir, serta tetap mempertahankan seluruh substansi dan kutipan narasumber. [feb/mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published