Soekarno Cup I Resmi Bergulir, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Tenis Meja Bojonegoro
Pukulan bola perdana oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro Bambang Sutriyono bersama Ketua KONI Sahari, tandai pembukaan Turnamen Tenis Meja Soekarno Cup 1 (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Turnamen Tenis Meja Soekarno Cup I resmi bergulir di Pendopo Panti Marhaen H.M. Taufik Kiemas, Jl. HOS. Cokroaminoto, Madean, Jetak, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (20/6/2026). Kejuaraan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Bojonegoro itu dibuka secara simbolis melalui pukulan bola perdana oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro Bambang Sutriyono bersama Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro Sahari.

Turnamen yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno 2026 tersebut diikuti 150 atlet dari berbagai kelompok usia dan kategori. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Bojonegoro dan akan bertanding pada nomor U-15 putra-putri, U-18 putra-putri, serta ganda umum.

Ketua Panitia, Malikin Ebiet, mengatakan antusiasme peserta dalam turnamen perdana ini cukup tinggi. Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan sekaligus menjaring atlet-atlet potensial di cabang olahraga tenis meja.

"Turnamen ini diikuti total 150 peserta dari berbagai kategori usia. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan bisa menjadi ajang mencari bibit-bibit atlet tenis meja yang potensial di Kabupaten Bojonegoro,” kata Ebiet saat menyampaikan laporan panitia.

Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Bojonegoro itu menjelaskan, seluruh persiapan telah dilakukan sebelumnya agar pelaksanaan turnamen berjalan lancar. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antar-atlet dan komunitas tenis meja di Bojonegoro.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Bambang Sutriyono dalam sambutannya mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga persaudaraan selama pertandingan berlangsung.

"Dalam pertandingan nanti, mari kita lakukan dengan penuh keceriaan. Jangan karena ingin menjadi juara justru memutus persaudaraan dan silaturahmi. Niat kita sama, bagaimana kita bisa maju bersama-sama," ujar Bambang.


Wakil Ketua II DPRD Bojonegoro itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Soekarno Cup I.

"Saya berharap adik-adik sekalian bisa menjadi atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro," katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Sahari, mengapresiasi kolaborasi DPC PDI Perjuangan dan PTMSI yang telah menghadirkan wadah kompetisi bagi para atlet tenis meja.

"Tidak semua partai politik mau mewadahi kegiatan olahraga. Karena itu saya mengapresiasi DPC PDI Perjuangan yang berkolaborasi dengan PTMSI menggelar turnamen tenis meja ini," ujarnya.



Menurut Sahari, turnamen memiliki peran penting dalam proses pembinaan atlet karena menjadi sarana evaluasi hasil latihan sekaligus mempererat silaturahmi antar-atlet, pelatih, dan pembina olahraga.

"Melalui turnamen ini kita bisa menggali potensi atlet tenis meja yang ada di Bojonegoro. Latihan tanpa evaluasi lewat pertandingan tidak akan terlihat hasilnya," tuturnya.

Ia berharap kejuaraan tersebut dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Perwakilan PTMSI Kabupaten Bojonegoro, Sunaryo, juga menyampaikan apresiasi kepada DPC PDI Perjuangan yang telah menginisiasi penyelenggaraan turnamen tersebut.

"Kami berterima kasih kepada DPC PDI Perjuangan yang telah menyelenggarakan turnamen ini. Harapan kami, Soekarno Cup tidak hanya tahap satu, tetapi bisa berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," kata Sunaryo.


Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pertandingan. Official tim SMP Baitul Muttaqin Sidorejo, Kedungadem, Athoillah, menilai turnamen tersebut menjadi kesempatan berharga bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.

"Ajang seperti ini bagus untuk mengasah kemampuan anak-anak dan mencari pengalaman. Menang kalah urusan belakang, yang penting mereka berani tampil dan termotivasi untuk terus berlatih," Pak Atho.

Salah satu peserta, Amantio Putra Kristiawan, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bojonegoro, mengaku optimistis menghadapi persaingan di Soekarno Cup I.

"Saya senang bisa mengikuti turnamen ini. Saya memang sering ikut kejuaraan hingga tingkat nasional dan target saya di Soekarno Cup tentu juara satu," katanya.

Turnamen Tenis Meja Soekarno Cup I berlangsung selama dua hari, 20-21 Juni 2026, dan diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk mendukung pembinaan atlet tenis meja di Kabupaten Bojonegoro. [feb/mad]