Jelang Pemilu 2029, KPU dan Demokrat Bojonegoro Bahas Dapil hingga Kaderisasi Perempuan
Jajaran KPU Bojonegoro menyambangi Kantor DPC Partai Demokrat Bojonegoro (Foto: blokBojonegoro.com/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro terus menjalin komunikasi dengan partai politik melalui agenda kunjungan kerja dan sosialisasi. Kali ini, jajaran KPU Bojonegoro menyambangi Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro di Jalan Lisman, Kamis (4/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah awal KPU dalam menyampaikan sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan persiapan Pemilu 2029. Beberapa di antaranya meliputi pemutakhiran data partai politik, keterwakilan perempuan dalam kepengurusan, hingga kajian awal mengenai kemungkinan penataan daerah pemilihan (dapil).

Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Bojonegoro, Ariel Sharon, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya membangun komunikasi sejak dini dengan partai politik. Meski sejumlah regulasi masih dalam proses penyempurnaan, menurutnya partai perlu mendapatkan gambaran awal agar memiliki cukup waktu melakukan penyesuaian.

"Kami mulai menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian menjelang Pemilu 2029. Tujuannya agar partai politik bisa mempersiapkan diri lebih awal terhadap berbagai kemungkinan kebijakan yang nantinya akan ditetapkan," ujarnya.

Ariel menambahkan, salah satu poin yang disosialisasikan adalah terkait penguatan keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik. Selain itu, KPU juga mulai menginventarisasi berbagai masukan mengenai daerah pemilihan yang akan menjadi bahan kajian pada tahapan berikutnya.

Menurutnya, pembahasan mengenai dapil masih berada pada tahap awal dan belum mengarah pada keputusan tertentu. KPU masih membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk partai politik, akademisi, media, pegiat demokrasi, dan tokoh masyarakat.

"Kajian dilakukan agar representasi pemilih tetap proporsional. Karena itu, semua masukan akan menjadi bahan pertimbangan sebelum ada keputusan lebih lanjut," katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro H. Sukur Priyanto melalui Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPC Partai Demokrat Bojonegoro, Didik Tri Setiyo Purnomo, menyambut baik kunjungan tersebut.

Menurut Didik, KPU menyampaikan sejumlah informasi penting terkait persiapan kontestasi politik mendatang, termasuk mengenai komposisi kepengurusan partai yang harus memenuhi keterwakilan perempuan.

"Yang pertama tadi menyampaikan persiapan atau ancang-ancang kaitannya dengan kontestasi ke depan. Kuotanya 30 persen perempuan, termasuk nanti di tingkat kecamatan juga. Kalau dulu hanya di tingkat kabupaten saja, ke depan sampai tingkat kecamatan harus 30 persen perempuan," ungkapnya.

Didik mengatakan, untuk tingkat kabupaten, Partai Demokrat Bojonegoro telah memenuhi bahkan melampaui ketentuan tersebut. Namun untuk tingkat kecamatan, masih diperlukan penyesuaian di beberapa wilayah.

"Kalau dari pengurus DPC Demokrat Kabupaten, kita sudah 30 persen, bahkan lebih dari 30 persen. Kalau di tingkat kecamatan nanti menyesuaikan karena memang ini informasi baru. Ada beberapa kecamatan yang sudah 30 persen, ada juga yang belum," jelasnya.

Selain keterwakilan perempuan, Didik menilai unsur kepemudaan juga menjadi bagian penting dalam proses penguatan organisasi partai.

"Selain unsur perempuan, tentu ada unsur kepemudaan. Kader-kader muda juga harus kita prioritaskan dalam kepengurusan maupun kaderisasi ke depan," imbuhnya.

Terkait kemungkinan adanya penataan dapil, Didik menegaskan Demokrat siap mengikuti setiap kebijakan yang nantinya ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku.

"Ada informasi terkait penataan dapil. Demokrat diminta menyiapkan segala sesuatunya ketika ada kemungkinan-kemungkinan penataan dapil. Ke depan beberapa pimpinan partai politik juga akan diundang untuk rapat atau forum lanjutan oleh KPU," katanya.

Menurutnya, pembahasan teknis mengenai perubahan dapil merupakan ranah pimpinan partai politik bersama penyelenggara pemilu. Namun sebagai kader partai, pihaknya siap menjalankan keputusan yang nantinya ditetapkan.

"Kita sebagai kader tentu harus siap. Mau dapil tetap, berubah, bertambah atau berkurang, itu menjadi kewenangan pimpinan partai bersama KPU. Yang penting kami siap menghadapi setiap kemungkinan yang ada," tegas Didik.

Kunjungan ke DPC Partai Demokrat merupakan bagian dari rangkaian agenda KPU Bojonegoro untuk menyosialisasikan sejumlah isu kepemiluan kepada partai politik. Selain membangun komunikasi kelembagaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menyerap masukan dari partai politik sebagai bahan evaluasi dan persiapan menuju Pemilu 2029. [feb/mad]