Gelar Madrasah Falakiyah, LFNU Bojonegoro Bina Bibit Baru Ahli Falak

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama’ (LFNU) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Madrasah Falakiyah, Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 70 peserta ini berlangsung di Smart Class Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro. 

Acara yang diikuti peserta dari berbagai kota seperti Nganjuk, Malang, Surabaya dan Bojonegoro itu berlangsung seru. Para peserta aktif mengikuti materi dan praktek yang dibimbing Ketua LFNU, KH. Mochamad Charis dan Sekretaris LFNU, Alfan Maghfuri. 

Madrasah Falakiyah ini dibuka langsung oleh Ketua PCNU Bojonegoro, dr. Kholid Ubed yang didampingi Sekretaris PCNU Bojonegoro, KH. Moh Zainuddin dan para pengurus LFNU Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Bojonegoro, dr. Kholid Ubed mengungkapkan, Madrasah Falakiyah sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang falak.

“Ini dipelajari dengan serius agar tidak seperti masyarakat umum yang asal mendebatkan awal Ramadhan dan awal Syawal di media sosial tanpa didasari ilmu yang kuat,” jelasnya.

dr. Kholid Ubed juga menjelaskan, jangan sampai Ilmu Falak ini nantinya tidak ada penerusnya sehingga digantikan Ai yang mudah untuk dirubah rumus-rumusnya dan bisa menyesatkan umat.

“Para peserta ini nantinya yang akan menjaga Ilmu Falak dengan mempelajarinya dan itu semua bagian dari menjaga agama dengan ilmu,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua LFNU Bojonegoro, KH. Mochamad Charis mengaku sangat senang dengan terlaksananya Madrasah Falakiyah ini. Akhirnya program LFNU Bojonegoro bisa berjalan dan diharapkan bisa memunculkan para ahli falak yang baru.

“Kegiatan ini adalah satu-satunya di Indonesia, bahkan di Dunia. Madrasah Falakiyah ini juga diminati oleh berbagai pegiat falak dari berbagai kota bahkan dari Jawa Barat juga ada yang mau mendaftar,” jelasnya.

Sekretaris LFNU Bojonegoro, Alfan Magfhuri yang menjadi narasumber pada kegiatan ini menjelaskan sejarah ilmu falak di dunia, di Indonesia dan juga urgensinya untuk kemajuan suatu bangsa.

“Peradaban yang paling menguasai falak adalah peradaban yang paling maju. Maka dari itu, falak ini sangat penting. Sayangnya, saat masuk Indonesia, falak disempitkan pembahasannya,” tandasnya.

Madrasah Falakiyah sendiri akan berlangsung sebanyak 10 pertemuan dengan pelaksanaan satu bulan sekali. Setiap pertemuan akan ditentukan pembahasan atau teori yang dipelajari. Dalam Madrasah Falakiyah ini nanti juga akan dibagi menjadi tiga jenjang yaitu dasar, menengah dan mahir. [feb/mad]