Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiat akhirnya buka suara perihal dugaan jual beli rekrutmen karyawan di RSUD Temayang yang bakal segera beroperasi.
Ninik memastikan bahwa, tidak ada rekrutmen karyawan pada rumah sakit pelat merah yang baru saja rampung dibangun tersebut. Menurutnya, seluruh pegawai bakal dicukupi melalui Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini berdinas di Puskesmas maupun RSUD lainnya.
“Saya pastikan, tidak ada rekruitmen pegawai di RSUD Temayang. Kebutuhan pegawai kami penuhi (semua) dari ASN puskesmas dan RSUD. Tida ada rekruitmen baru,” tegas Ninik.
Perempuan yang pernah menjabat Asisten Administrasi Umum Setda Bojonegoro ini menjelaskan, tenaga kesehatan (Nakes) dan tenaga teknis lainnya tidak boleh non-ASN. Sehingga, bakal diambilkan dari Puskesmas maupun RSUD.
“Nakes dan tenaga teknis lainnya tidak boleh non ASN. Sehingga ambil ASN dari puskesmas dan RSUD,” jelas Ninik.
Sementara itu, lanjut Ninik, untuk kebutuhan petugas kebersihan (Cleaning Services) dan keamanan (Satpam), bakal diambilkan melalui pihak ketiga atau outsourcing.
“Untuk cleaning service dan satpam dari tenaga outsourcing dengan pihak ketiga,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, warga di wilayah Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dibuat gaduh oleh kabar dugaan pungutan liar (pungli) menjelang rekrutmen karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang yang hendak beroperasi.
Isu tersebut, ramai diperbincangkan ditengah antusiasme masyarakat yang berharap bisa bekerja di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro itu.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sejumlah warga mengaku ditawari menjadi karyawan rumah sakit plat merah tersebut, dengan syarat membayar sejumlah uang. Nilainya pun tidak sedikit, berkisar jutaan rupiah. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published