Dari Kagok Jadi PD, Pemuda Bojonegoro Asah Skill MC Bareng Dinpora

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro menggelar Bootcamp dan Kompetisi Wiramuda bidang jasa Master of Ceremony (MC) bekerja sama dengan LPK Opsi Visi Raya. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Dinpora Bojonegoro, Jalan Pattimura No. 36, dan diikuti 20 peserta hasil seleksi.

Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menegaskan bootcamp ini menjadi fasilitas bagi pemuda untuk menambah kapasitas pengetahuan di bidang MC.

"Harapan kami tentu memberikan fasilitas kepada pemuda Bojonegoro bagaimana menambah kapasitas ilmu pengetahuan. Syukur-syukur nanti bisa menjadi mata pencaharian, baik itu wirausaha maupun di jasa MC," ujar Arief Nanang ketika sambutan hati pertama bootcamp bidang MC, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan, meski hanya berlangsung tiga hari, peserta akan mendapatkan gambaran awal yang bisa menjadi dasar untuk meningkatkan keterampilan.

"Ini kesempatan bagi jenengan semua, nanti silakan kesempatan yang ada ini dimaksimalkan betul-betul," tegasnya.

Arief juga mendorong peserta untuk membentuk grup komunikasi agar bisa saling belajar.

"Untuk case learning, saling tanya jawab antar sesama, bagaimana mengatasi kagok, rasa minder, cara lancar ngomong, sampai teknik berkomunikasi dengan audiens," katanya.

Menurutnya, menjadi MC tidak cukup hanya percaya diri, tetapi juga butuh latihan berulang. Sebab, kesuksesan sebuah acara sangat ditentukan oleh kualitas MC, bagaimana si pembawa acara alias MC dapat menyesuaikan ritme dan suasana acara.

"Keterampilan berbicara dan berekspresi tidak semua orang bisa melakukan, maka harus terus dipelajari. Berbicara itu gampang-gampang susah, maka dari itu perlu dilatih untuk dapat jam terbang. Dengan semakin banyak berlatih, salah di awal itu biasa," terang Arief.

Dari hal itu, Kepala Dinpora mengingatkan agar ilmu yang didapat terus diterapkan di berbagai kesempatan.

"Walaupun ada acara RT, pengajian, atau kegiatan apapun, kalau bisa jadi MC ya lakukan. Dengan begitu semakin lama semakin tertib dan akhirnya lancar," pesannya.

Sementara itu, Ossa Adnan selaku narasumber utama menjelaskan, sebanyak 20 peserta bootcamp dipilih melalui seleksi portofolio. 

"Mereka lebih dulu harus melampirkan keterangan pernah membawakan MC apapun. Dari situ akhirnya terpilih peserta yang ikut bootcamp ini," katanya.

Menurut Ossa, peserta yang sudah berpengalaman MC akan mendapat pematangan materi agar bisa lebih profesional. Selama tiga hari ini, peserta akan menambah wawasan, memperdalam ilmu MC, dan mengasah keterampilan verbal, vokal, maupun visual.

"Kalau sebelumnya MC-nya belum teratur dan belum terkonsep, di sini mereka akan tahu MC untuk acara formal maupun nonformal, termasuk teknik menyusun naskah," jelasnya.

Pada hari terakhir nanti, lanjut Ossa, seluruh peserta akan tampil simulasi layaknya MC profesional. Setelah membuat naskah, mereka akan perform.

"Dari situ akan terlihat siapa yang belajar sungguh-sungguh. Nanti, tiga peserta terbaik akan mendapatkan uang pembinaan. Harapannya uang pembinaan itu digunakan untuk mengikuti sertifikasi Master of Ceremony BNSP RI," ungkapnya.

Ossa menambahkan, banyak peserta selama ini menjadi MC karena keterpaksaan di tempat kerja atau lingkungannya. "Biasanya setelah acara selesai, ya selesai juga perannya sebagai MC. Namun melalui bootcamp ini, harapannya mereka bisa naik level menjadi MC profesional yang menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan," pungkasnya. [Feb/mad]