Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Suasana Omah Menyok di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, mendadak riuh oleh semangat dua puluh pemuda Bojonegoro. Selama tiga hari ke depan, mereka berkumpul bukan sekadar belajar teori, melainkan langsung praktik mengolah singkong -mulai dari camilan tradisional hingga produk modern yang siap dipasarkan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengaku bahagia bisa bertemu dengan anak-anak muda yang penuh ide.

"Kesempatan ini luar biasa dan tidak datang dua kali. Saya ingin dari sini lahir branding khas Bojonegoro, bukan hanya ledre, tetapi olahan singkong yang bisa jadi oleh-oleh kebanggaan daerah,” ucapnya penuh optimis, Senin (20/9/2025).
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/09/10/bootcamp-kemandirian-ekonomi-pemuda-kembangkan-inovasi-dan-kreativitas/]
Bagi Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora, Flora Agrishinta, kegiatan ini lebih dari sekadar pelatihan. "Harapan kami, pemuda tidak lagi menjadi pencari kerja, tapi pencipta lapangan kerja. Di sini mereka belajar, berjejaring, bahkan bisa langsung kolaborasi mengembangkan usaha," tegasnya.
Flora lalu memberi contoh sederhana. Misal, kalau dari peserta ada yang punya usaha es krim, bisa dikolaborasikan dengan olahan singkong agar lebih variatif.
"Dari sinilah kita ingin pemuda kuat secara finansial dan berdaya cipta," tambahnya sambil menekankan pentingnya saling mengenal dan membangun jejaring.
Dukungan juga datang dari dunia pertanian. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Dander, Moch. Ngatno, menegaskan pihaknya siap mendampingi anak muda yang berminat di sektor pangan.
"Saya sangat mendukung. Jika ada peserta yang ingin mengembangkan usaha berbasis pertanian, kami di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian siap mengawal inovasi mereka," katanya mewakili DKPP Bojonegoro.
Hari pertama bootcamp diisi dengan pengenalan kewirausahaan dan Bisnis Model Canvas. Hari kedua, para peserta bakal sibuk di dapur, belajar membuat olahan pangan tradisional. Sedangkan hari ketiga nantinya ditutup dengan pembuatan produk modern yang punya nilai jual lebih tinggi, post-test hingga pembuatan RTL.
Salsa, peserta dari Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, mengaku antusias mengikuti agenda bootcamp tetkhusus di bidang olahan pangan pertanian ini
"Hari pertama saja sudah seru. Saya dapat banyak ide usaha baru, dan saya ingin segera menerapkannya setelah pelatihan ini," ungkapnya dengan wajah berbinar.
Bootcamp ini bukan hanya tentang singkong. Ia adalah wadah untuk menempa mental, membangun jejaring, dan menyalakan semangat wirausaha muda Bojonegoro. Dari ruang sederhana di Omah Menyok, lahir harapan besar, yakni pemuda yang mandiri, kreatif, dan membawa nama daerah lewat produk pangan lokal yang membanggakan. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published