Kontributor: Fajar Ulinuha
blokBojonegoro.com – Menanggapi isu yang tengah ramai di masyarakat terkait pernyataan seorang pejabat publik yang bisa memantik kemarahan, akademisi sekaligus Dosen Psikologi Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro (UNIGORO), Rio Candra Pratama, S.Psi., M.Psi., menekankan pentingnya keterampilan komunikasi publik yang harus dimiliki oleh setiap pejabat.
Menurut Rio, panggilan dosen tersebut, pejabat publik tidak hanya berperan dalam menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi wajah institusi yang mereka wakili. Karena itu, setiap kata dan pernyataan yang disampaikan harus dipertimbangkan secara matang, agar tidak menimbulkan salah tafsir maupun kegaduhan.
“Komunikasi publik adalah kompetensi yang sangat vital. Seorang pejabat publik perlu menyadari bahwa ucapannya tidak lagi sekadar mewakili dirinya secara pribadi, melainkan juga institusi yang ia emban. Oleh karena itu, kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, terukur, dan sensitif terhadap konteks sosial sangat diperlukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, di era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, pernyataan pejabat publik mudah tersebar secara cepat melalui media massa maupun media sosial. Kondisi ini meningkatkan potensi timbulnya polemik jika komunikasi tidak dikelola dengan baik.
“Pejabat publik seharusnya membekali diri dengan literasi komunikasi yang memadai. Tidak cukup hanya menguasai aspek teknokratis, mereka juga perlu piawai menyampaikan pesan yang menenangkan, membangun kepercayaan, dan tidak menyinggung sensitivitas masyarakat,” jelas Rio.
Rio berharap momentum adanya polemik yang berkembang belakangan ini dapat menjadi pelajaran penting bagi pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan.
“Pernyataan yang bijak akan menumbuhkan rasa percaya dan menjaga marwah jabatan yang diemban,” pungkasnya. [uha/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published