Konsumsi Fast Food, Pengaruhi Kegemukan Remaja Usia 15-18 Tahun

Kontributor: Umi Faizatul Ufaidah*

blokBojonegoro.com - Di kalangan remaja usia 15-18 tahun, mengonsumsi fast food semakin populer. Penelitian menunjukkan remaja yang mengonsumsi fast food lebih dari tiga kali dalam seminggu memiliki risiko kegemukan hingga 1,8 kali lebih tinggi. 

Fast food rendah nutrisi esensial dan serat yang memiliki dampak negatif buat kesehatan remaja.

‎Selain itu, mengonsumsi fast food secara berlebihan berpotensi menyebabkan peningkatan indeks massa tubuh dan obesitas menurut penelitian di beberapa daerah. 

Obesitas pada remaja tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental.

‎Pakar kesehatan merekomendasikan agar remaja mengurangi konsumsi fast food dan menggantinya dengan makanan bergizi seperti sayur, buah, dan karbohidrat kompleks.

‎Oleh karena itu, edukasi tentang pola makan sehat dan pengurangan konsumsi fast food sangat diperlukan. Peran keluarga dan sekolah juga penting dalam mengatur akses fast food agar risiko obesitas pada remaja dapat diminimalisasi. [mad]

‎‎*Magang Redaksi dari SMKN Dander, Kabupaten Bojonegoro