Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mulai menyiapkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di seluruh jenjang madrasah, mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA. Meski tanpa dukungan anggaran dari pusat, Kemenag tetap optimistis melangkah dengan memaksimalkan peran para pengawas.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Bojonegoro, H. Sholihul Hadi, menegaskan bahwa KBC sudah bukan uji coba, tetapi sudah harus dilaksanakan di lapangan.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/11/siapkan-fasilitator-penerapan-kurikulum-berbasis-cinta/]
"Kurikulum ini sudah diperintahkan untuk diterapkan, bukan lagi sebatas uji coba," ungkapnya saat ditemui blokBojonegoro.com di ruang kerjanya, Selasa (12/8/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa kendala anggaran tidak boleh menjadi penghambat gerak implementasi.
"Kami tidak menunggu anggaran turun, karena tidak ada DIPA. Kita langsung bergerak dengan mengandalkan pengawas Madrasah sebagai pendamping utama,” tambah H. Sholi.
Kemenag Bojonegoro akan membentuk tim pengembang kurikulum tingkat kabupaten yang beranggotakan para pengawas berkompeten. Tim ini akan mendampingi madrasah, baik negeri maupun swasta, dalam memahami dan mengimplementasikan KBC.
Diseminasi KBC akan dilakukan melalui jalur Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan koordinasi dengan pengawas tingkat provinsi. Meski PMA tentang KBC belum terbit, Kemenag Bojonegoro memilih untuk bergerak terlebih dahulu secara mandiri.
"Pengawas menjadi ujung tombak. Kita akan rilis SK tim pengembang yang mereka pelopori," lengkapnya.
Dengan pendekatan kolektif ini, Kemenag berharap kurikulum baru dapat diterapkan secara merata dan efektif. Persiapan terus dikebut agar seluruh madrasah di Bojonegoro siap menyongsong era kurikulum berbasis cinta. [Feb/ ].
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published