Oleh: Usman Roin*
blokBojonegoro.com - Selamat dilantik pengurus PC Nahdlatul Ulama, PC GP Ansor, PC Fatayat NU, PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Bojonegoro Minggu (3/8/2025) dalam pagelaran NU Fest 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro.
Sebagai kader NU, penulis bangga. Apalagi, terdapat simpul konsolidasi sebagai napas kegiatan serta visi pengurus mendatang. Tema yang diangkat, bagi penulis ingin merekatkan kembali seluruh komponen untuk merentangkan tangan guna bersama-sama menduniakan NU Bojonegoro.
Tentu perihal pekerjaan rumah (PR) pasca pelantikan ini, NU Bojonegoro perlu segera mengonsolidasikan diri secara internal. Tulisan ini mohon maaf, tidak bermaksud “menggurui”. Lebih kepada mendukung ketercapaian (support system) kepada pengurus PCNU Bojonegoro ke depan melalui secuil ide.
Hasil amatan penulis, beberapa program PCNU Bojonegoro yang telah terlaksana, belum sepenuhnya ter-record sistematis. Masih terpencar pada kanal-kanal media massa baik lokal, regional, dan nasional. Padahal, ragam kegiatannya telah banyak dilakukan. Kemudian pula, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di internal NU Bojonegoro sendiri telah mumpuni dalam bidang informasi.
Solusi
Bagi penulis, pengurus mendatang perlu segera membuat portal khusus PCNU Bojonegoro, agar rakap kegiatan bisa terarsip digital dari waktu ke waktu. Apalagi, para kyai dan intelektual NU Bojonegoro, telah memiliki kekayaan khazanah keislaman global dan local wisdom yang luar biasa. Sudah saatnya bagi penulis, portal khusus itu sebagai bagian dari dakwah digital positif-edukatif, guna menekan perilaku destruktif yang menganga tersaji di media sosial.
Terlebih, Tony Robbins dalam Dale Carnegie di karya buku berjudul “How to Win Friends & Influence People in the Digital Age” (2011: 107) bila era kekinian, untuk menjadi signifikan (penting atau berarti) bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, melakukan sesuatu dengan baik atau Kedua, melakukan sesuatu dengan begitu buruk. Hanya saja menurut Carnegie, keburukan menjadi cara termudah untuk menjadi terkenal zaman kini.
Jika demikian adanya, portal khusus NU Bojonegoro perlu hadir meminjam Bahasa M. Yaser Arafat kala memberi pengantar buku Azis Ahmad berjudul “Islam Desa dan Islam Kota” (2022:15), agar agama dimengerti sebagai sesuatu yang dibentuk melalui ruang digital. Sehingga kala online, hasil pengunduhan materi bisa digunakan saat akan mengofflinekan diri baik saat khutbah, mauidhoh hasanah, hingga paparan di majelis ilmu.
Sebagai ilustrasi sederhana, kala penulis melakukan observasi di beberapa masjid di pedesaan Bojonegoro –terbaru di Masjid Baitul Amin Dusun Klumpang Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, khutbah Jumat masih menggunakan buku teks yang lama. Sehingga, relevansi pengejawantahan nilai Islam untuk konteks kekinian masih abstrak. Sukar ditangkap oleh masyarakat awam. Padahal, bisa diamati basis massa NU berada di pedesaan.
Jika kemudian dakwah digital NU Bojonegoro melalui hadirnya portal khusus terealisasi, tentu mimbar teks khutbah Jumat –hasil pemikiran, kyai, dan intelektual NU Bojonegoro; akan bisa memberi manfaat aplikatif. Selain mudah didapatkan –dengan jalan di unduh, kehadiran PCNU Bojonegoro dekat sampai ke akar bawah (grassroot).
Banom
Bagi Badan Otonom (Banom) NU Bojonegoro, kehadiran portal khusus akan menjadi penyedia informasi komprehensif perihal profile, visi-misi, struktur organisasi hingga perihal program kerja selama menyandang amanah sebagai pengurus.
Kejelasan tersebut agar bisa menjadi bukti tertulis, meminjam terminologi Prof. Sugiyono dalam buku “Metode Penelitian Kualitatif” (2021: 104-125) sebagai dokumen –selain wawancara dan observasi kala melakukan penggalian data, guna melakukan rekonstruksi sejarah NU Bojonegoro hingga banomnya dari masa ke masa.
Sebab berdasarkan riset penulis, buku karya Anas Yusuf berjudul “NU Bojonegoro dalam Lintas Sejarah” yang diterbitkan Juni 2008 oleh PCNU Bojonegoro, masih perlu diteruskan kembali kepenulisan bagaimana dinamika sejarahnya. Sehingga NU Bojonegoro, dari waktu ke waktu memiliki catatan, sebagai bekal literasi sejarah generasi mendatang.
Pendidikan
Pada wilayah pendidikan, portal tersebut juga bisa membranding lembaga pendidikan milik NU, mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi (PT) untuk dijadikan role model sesama. Artinya, keberhasilan satu lembaga NU, bisa menjadi inspirasi lembaga NU lainnya, untuk bangkit hingga memiliki karakteristik keunggulan sendiri-sendiri.
Meminjam bahasa Ahmad Yani (2024: ix), hadirnya madrasah tersebut bisa diambil keteladanan atas kesuksesan yang diraih, untuk kemudian tergerak melakukan kesesuaian implementasinya berbasis kondisi dan situasi setempat.
Sirkulasi sistem tukar keberhasilan itu akan indah. Sebab, aspek kemanfaatan kepada sesama dikedepankan. Sehingga, lembaga pendidikan NU tidak di sini-tidak juga di sana, menjadi unggulan mempersiapkan kader Nahdliyin masa depan yang terampil menjawab tantangan global masa depan.
Counter
Pada aspek terakhir, kehadiran portal khusus NU Bojonegoro, bagi penulis bisa dijadikan tameng untuk melakukan upaya penjernihan. Bahasa yang mafhum kita gunakan klarifikasi atau tabayun bilamana terdapat narasi pemberitaan yang kurang sesuai.
Melihat urgensi hadirnya portal khusus NU Bojonegoro sebagaimana telah penulis deskripsikan di atas, tentu keberadaan NU Bojonegoro akan mendunia via online-offline. Amin ya rabbal ‘alamin. [*]
* Penulis adalah kader Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Balen, serta anggota Majelis Alumni IPNU Bojonegoro. Selama menempuh pendidikan di Kota Semarang pernah menjadi Wakil Sekretaris IV Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Jawa Tengah Masa Khidmat 2017-2022.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published