Skip to main content

Category : Tag: Ui


Rekruitmen Guru PAI

Rekrutmen dan Karir Guru PAI, Literasi Al-Qur’an akan Jadi Syarat

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Amin Suyitno menyampaikan literasi Al-Qur’an akan menjadi syarat rekrutmen, sertifikasi, dan pengembangan karir guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penegasan ini disampaikan Amin Suyitno usai merilis hasil Asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025, di Jakarta.

Prof. Dr. Hj. Umi Hanifah, S.Ag., M.Pd.I.

Prosesi Prof Umi Hanifah Alumni Ponpes Attanwir Jadi Guru Besar di Sidang Senat Terbuka UINSA Surabaya

Setelah melalui serangkaian acara dan tahapan sejak beberapa waktu lalu, akhirnya Pengukuhan Guru Besar UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ke 106-112, resmi digelar Selasa (23/12/2025). Berlangsung di Gedung KH. Saifuddin Zuhri UINSA Surabaya, acara bisa disaksikan melalui live streaming di akun resmi kampus Islam terbesar di Jawa Timur tersebut, di link Youtube: https://youtube.com/UINSA Official.

Penyelesaian Tenaga Non ASN, Sejalan Kebijakan Nasional Penataan Non ASN

Komitmen untuk menyelesaikan berbagai penataan tenaga Non ASN secara komprehensif dan berlandaskan regulasi terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Wawan Djunaedi saat mewakili Sekretaris Jenderal membuka Rapat Koordinasi Penyelesaian Tenaga Non ASN Kemenag di Bandung, 17–18 Desember.

Prof. Dr.Hj. Umi Hanifah, S.Ag., M.Pd.I.

Dahsyat..! Putri Warga Bulaklo Balen Jadi Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya

Jelang akhir tahun 2025, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengukuhkan Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu beberapa hari lalu. Total ada tujuh Guru Besar yang sedianya akan dikukuhkan pada Selasa, 23 Desember 2025. Pengukuhan ini menggenapi total Guru Besar UINSA menjadi 122 Profesor.

Penasihat Ahli Menteri Agama

Nur Syam Ingatkan Ancaman Kekerasan Ekstrem di Ruang Keagamaan

Akdemisi yang sekaligus Penasihat Ahli Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si mengungkapkan bahwa di tengah tingginya tingkat religiusitas masyarakat Indonesia, sejumlah hasil survei menunjukkan masih ada pandangan yang membenarkan kekerasan atas nama agama.