Sempat Naik, Pagi Ini TMA Terpantau Turun
Setelah Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro sempat naik kemarin (11/3/2018) sore hingga malam hari. Pagi ini Senin (12/3/2018) TMA terpantau mengalami penurunan.
Setelah Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro sempat naik kemarin (11/3/2018) sore hingga malam hari. Pagi ini Senin (12/3/2018) TMA terpantau mengalami penurunan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro kemarin membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Namun tak berselang beberapa lama TMA mengalami penurunan kembali.
Sore ini, Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo pada papan duga yang ada Kota Bojonegoro mengalami penurunan. Namun kodisi tersebut masih siaga hijau/satu.
Meski kondisi saat ini, Rabu (29/11/2017) pukul 06.00 Wib di wilayah hulu Ponorogo (Sekayu) Tinggi Muka Air (TMA) masuk siaga merah yaitu 50.00 pheilschaal, dan Ngawi (Dungus) masuk siaga kuning yaitu 70.60 pheilschaal, tapi di Bojoengoro terpantau TMA belum terdampak naik secara signifikan.
Perkembangan informasi ketinggian air Bengawan Solo terhitung mengalami tren penurunan sejak siang tadi hingga menjelang petang, Sabtu (18/11/2017).
Di sebelah Selatan Kota Bojonegoro, tepatnya depan pasar Ngraho di desa Ngraho Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro. Terdapat ruang berkumpul untuk para bikers, tua muda, dan untuk masyarakat sekitar yang bernama Warkop Dhe Ali. Warkop Dhe Ali ini memiliki Fasilitas dan sarana yang cukup memadai untuk memikat pelanggannya, seperti ada free wifi, stop kontak, musik, gitar, catur, dan toilet.
Berkah libur lebaran sangat dirasakan masyarakat yang mempunyai usaha warung kopi (warkop). Tak terkecuali warkop Melati yang ada di jalan PUK Sumberrejo-Kanor, tepatnya Dukuh Cepet, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro.
Sejumlah hotel di Kabupaten Bojonegoro mengklaim jumlah okupansi selama Ramadan mengalami lonjakan. Hal itu dipengaruhi tingginya permintaan kamar selama Ramadan, pengunjung hotel meningkat 75 persen dibanding hari biasanya.
Ramadan memang, memberi berkah untuk penjualan pakaian. Hampir semua toko pakaian dan butik ramai dibanjiri pembeli, bahkan peningkatan penjualan mencapai 100% dibanding hari-hari biasa.
Bagi siswa lulusan SMA yang tidak masuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tak lantas pupus untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebab ada jalur lain. Di antara jalur yang ada bisa melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan beasiswa.