Skip to main content

Category : Tag: Tani


EMCL Adakan Sekolah Lapang untuk Petani

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan sosialisasi Program Sekolah Lapang Pertanian di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Rabu (2/1/2019).

Pupuk Organik Mendongkrak Hasil Panen

Sekarang petani Bojonegoro sudah mulai memasuki Musim Hujan (MH) kususnya yang berpengairan tehnis ataupun sawah tadah hujan. Dasarian II bulan Desember kemarin intensitas hujan sudah sering turun dan deras. Bahkan beberapa tempat hari ini (25/12/2018) sudah ada banyak yang tandur. Tetapi sebagian besar sawah masih berproses di pengolahan tanah.

Pro Kontra Keberadaan Combine Harvester

Komisi B Anggap Bisa Percepat Masa Tanam

Keberadaan mesin panen padi (Combine Harvester) dianggap menggusur tenaga manusia saat musim panen padi tiba. Pasalnya, mesin panen padi tersebut tidak terlalu banyak membutuhkan tenanga manusia.

#bB120Detik

Manusia Vs Mesin Saat Panen Padi

Dulu, saat memanen padi, petani menggunakan alat perontok gabah manual.Banyak tenaga manusia terserap untuk bekerja. Mulai untuk memotong, memancal pedal dos, sebutan alat tradisional itu, sampai memanggul ke jalan raya.

#BeritaFoto

Buruh Diantara Blower dan Combine Harvester

Saat masa panen tiba, buruh tani dengan alat perontok padi tradisional makin tersingkir. Mereka kalah dengan jenis blower dan mesin Combine Harvester. Dulu, alat tradisional bisa menyerap belasan hingga puluhan buruh, sekarang tinggal beberapa orang saja.

Gapoktan di Kepohbaru Tanam Padi Pakai Rice Transplanter

Salah satu problema usaha tani sekarang adalah berkurangnya tenaga kerja pertanian. Jumlah petani semakin berkurang. Sementara anak-anak muda jarang yang bercita-cita menjadi petani. Agar tahapan tanam padi/tandur tidak lambat dan serempak petani di Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) Bumiarto desa Krangkong, Kecamatan Kepohbaru menggunakan alat menanam padi dengan mesin yang disebut Rice Transplanter. Dengan menggunakan Alat mesin pertanian (Alsintan) ini tandur cepat dan lebih hemat biaya.

Seminar Problematika Petani Hutan

Ada 3 Problem Pendidikan di Wilayah Hutan

Pendidikan masyarakat di wilayah hutan, perlu mendapatkan perhatian.Karena secara geografis, kondisi wilayah desa di hutan susah diakses, sehingga berdampak pada sumber daya manusia di sana.

Seminar Problematika Petani Hutan

Perhutani: Tanaman Buah Boleh, Asalkan...

Pada penyampaian materi di dalam Seminar Nasional 'Problematika Petani Hutan; Pendidikan dan Agraria' yang digelar oleh Society Education Centre (SEC) Bojonegoro, Wakil Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto, memaparkan tentang peran Perum Perhutani dalam pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (MDH) dan pelestarian hutan.