BPBD: Masyarakat Bantaran Bengawan Harus Waspada
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, menghimbau masyarakat khususnya yang tinggal di tepi Sungai Bengawan Solo agar berhati-hati.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, menghimbau masyarakat khususnya yang tinggal di tepi Sungai Bengawan Solo agar berhati-hati.
Nasib naas menimpa seorang pria asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Tuban sore tadi. Teguh (21) tenggelam di Bengawan Solo saat berusaha menyeberang dengan cara berenang.
Lebaran memang membawa berkah bagi jasa penyeberang sungai alias tambangan di Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro. Pasalnya selama lebaran penghasilan penambang naik dua sampai tiga lipat, sementara saat ini pendapatan kembali normal hanya ada belasan orang yang mengunakan jasa penyebrang sungai.
Sungai Bengawan Solo memang banyak memberi berkah bagi warga sekitar. Selain pladu atau sebutan bagi ikan yang mabuk, bengawan solo membawa cerita tersendiri bagi warga di bantaran sungai. Yakni sampahnya bisa dimanfaatkan.
Tanggul sungai Bengawan Solo yang berada di Dusun Kanor Pinggiran, Desa/Kecamatan Kanor, Bojonegoro yang longsor, kini kondisinya semakin kritis, sehingga membuat masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran bengawan was-was.
Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban kembali memasuki Siaga Hijau (SH) sejak malam tadi.
Seperti diketahui sebelumnya, ada tujuh titik di tanggul Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Kanor, Bojonegoro yang kondisinya rawan longsor. Tujuh titik itu berada di bantaran Sungai Bengawan Solo maupun anak sungai.
Kondisi tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo sampai pukul 23.00 WIB, Jumat (3/3/2017) malam masih berada di Siaga Kuning atau Siaga II. Sebab, ketinggian air di papan duga Taman Bengawan Solo masih di atas, 14.00 peilschaal atau tepatnya 14.06 peilschaal.
Ribuan rumah di bantaran Sungai Bengawan Solo terancam terdendam banjir. Ketinggian air yang semakin meninggi membuat warga mulai menyelamatkan barang berharganya.
Debit Bengawan Solo di Bojonegoro kembali menunjukkan status siaga banjir. Sejak pukul 24.00 tinggi muka air sudah menyentuh 13.00 pheilschall atau Siaga Hijau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro meminta masyarakat waspada seiring banjir hulu Ngawi dan Solo, Jawa Tengah.