Diprediksi Nanti Malam TMA Bojonegoro Akan Naik
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Andik Sudjarwo mengatakan, Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro saat ini berada pada skala 12.84 pheilschaal.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Andik Sudjarwo mengatakan, Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro saat ini berada pada skala 12.84 pheilschaal.
Setelah memberlakukan siaga I (13,00 pheilschall) sejak pukul 12.00 WIB, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro terus memantau ketinggian sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, memberlakukan siaga 1 dalam menghadapi banjir Bengawan Solo dengan ketinggian air terpantau di wilayah Kota Bojonegoro di angka 13,45 pheilschall, Sabtu (6/1/2018) pukul 12.00 WIB.
Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, mengakibatkan elevasi air Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro naik. Diperkirakan hari ini papan duga di kota menyentuh Siaga 1.
Ada beberapa titik rawan di sepanjang aliran Bengawan Solo yang perlu diwaspadai, akibat adanya cekungan di dasar sungai yang bisa menyebabkan ada pusaran air.
Berbagai persiapan menjelang pergantian tahun 2017 ke tahun baru 2018, Bupati Bojonegoro, Suyoto mengelurakan intruksi, Kamis (28/12/2017). Ada beberapa item, termasuk kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro kemarin membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Namun tak berselang beberapa lama TMA mengalami penurunan kembali.
Sore ini, Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo pada papan duga yang ada Kota Bojonegoro mengalami penurunan. Namun kodisi tersebut masih siaga hijau/satu.
Salah satu warga Dusun Bareng, Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jono dilaporkan hilang di Bengawan Solo sejak Kamis (30/11/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.
Dengan semakin naiknya debit air Bengawan Solo, menjadikan petani di bantaran sungai di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Canga'an, Desa Kabalan dan Desa Piyak menjadi was-was.