Berita Foto
Rumah Warga Semambung Kanor Dekat Bengawan Solo
Gerusan air dari sungai Bengawan Solo terus mendekat ke pemukiman warga. Salah satunya di utara Jembatan Kanor-Rengel (KaRe), tepatnya Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Gerusan air dari sungai Bengawan Solo terus mendekat ke pemukiman warga. Salah satunya di utara Jembatan Kanor-Rengel (KaRe), tepatnya Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Ketika debet air di sungai Bengawan Solo mulai tinggi, masyarakat terkadang ingin melihat penampakannya dari dekat. Tidak jarang, warga santai di pinggir Jembatan Kanor-Rengel (KaRe), walaupun hal itu tidak disarankan karene berbahaya.
Informasi blokBojonegoro.com, Selasa (24/12/2024), dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan, hari ini diprediksi wilayah Bojonegoro tidak ada hujan petir.
Bengawan Solo yang melintasi belasan kecamatan di Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan tren naik. Bahkan, laporan terkini menunjukkan Siaga 1 (Hijau).
Sempat surut cukup tajam, sejak semalam kenaikan debet air Bengawan Solo meningkat sangat cepat. Bahkan, tidak sampai 12 jam, kenaikan sampai 1 meter.
Tanggul Kali Ingas di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro jebol, sehingga menyebabkan puluhan hektar tanaman padi di kawasan tersebut terendam air, Rabu (18/12/2024) pagi.
Sempat naik cukup signifikan sejak semalam, tepat pukul 15.00 WIB, air di Bengawan Solo tampak mulai turun. Hal itu terlihat dari papan pantau di Kota Bojonegoro yang ada penurunan sekitar 2 centimeter.
Tampak, warga tengah menikmati makan di tanggul desa, dengan pemandangan luberan air bengawan dan jagung yang tinggal terlihat sedikit, Selasa (17/12/2024).
Luapan air Bengawan Solo masih terus terjadi sampai pukual 07.00 WIB. Bahkan, akibatnya banjir melanda di sejumlah tempat, termasuk lahan jagung milik petani di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Ketinggian air di Bengawan Solo hingga pukul 06.00 WIB masih terus bertambah. Potensi hingga Siaga Merah (Siaga 3) cukup besar, mengingat wilayah hulu masih tinggi.