Pada Final CC bidang Matematika dan IPA (MIPA), ada 3 sesi yang harus dilalui setiap setiap peserta. Dalam setiap sesi itu nantinya, pertanyaan akan langsung diberikan oleh panitia dan dinilai oleh dewan juri.
Lomba Cerdas Cermat (CC) bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dari semua tingkatan SD/SMP maupun SMA se Kabupaten Bojonegoro, Selasa (12/2/2019) telah memasuki babak final. Dalam babak final ini setiap regu atau sekolah diwakili 3 siswa dan totalnya ada 18 peserta dalam final CC ini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) menganggarkan Rp1,3 miliar lebih untuk normalisasi kali/sungai di wilayah setempat.
Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU-SDA) Bojonegoro tahun 2019 ini berencana melakukan normalisasi puluhan sungai yang tersebar di 11 kecamatan.
Sistem penilaian lomba Cerdas Cermat tingkat SD ini memang berbeda, pasalnya sebelum masuk lomba, sebenarnya ratusan siswa SD harus melalui tahap tes tulis seperti yang dilaksanakan, Senin (21/1/2019) ini. Dalam tes tulis ini nantinya bakal diambil 9 regu terbaik yang bisa maju ke babak Semifinal.
Ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti tes tulis Cerdas Cermat yang dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Senin (21/1/2019). Pada pelaksanaan lomba tersebut, ratusan siswa bersaing untuk menjadi yang terbaik guna lolos ke fase berikutnya.
Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dianggap mandul lantaran Paripurna 2 Raperda Inisiatif DPRD tidak jelas.
Rata-rata pria akan menghasilkan setidaknya 525 miliar sel sperma seumur hidupnya dan melepaskan setidaknya satu miliar di antaranya setiap bulan. Seorang pria dewasa yang sehat dapat melepaskan antara 40 juta dan 1,2 miliar sel sperma dalam satu ejakulasi.
Tidak ada yang salah dari tulisan NU dan Pertanian. Namun, berbicara pertanian adalah berbicara tanah, juga agraria. Perlu dibedakan mengenai tanah dan agraria. Agraria lebih luas lingkupnya. Petani yang hidup di Indonesia ini tidaklah bisa tenang. Harus was-was setiap hari, bukan karena gerakan makar, teroris apalagi HTI dan PKI. Harus was-was karena ada banyak Undang-undang yang melegitimasi “perampasan†tanah rakyat, termasuk lahan pertanian. Aturan yang memperbolehkan perubahan lahan pertanian menjadi non pertanian. Belum lagi aturan terkait perdagangan bebas yang membuka celah untuk barang impor menghancurkan harga panen petani, pencabutan subsidi pupuk dan sederet aturan global yang mengintervensi aturan nasional ataupun lokal.
Duka mendalam atas meninggalnya salah satu siswa SMKN 2 Bojonegoro, Henky Kurniawan (16) asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, dirasakan banyak pihak. Selain keluarga, guru dan teman-temannya di sekolah.