Jalan Lurus Kang Samin (4)
Berputar dan Mabuk Berat
Tanpa sadar, Kang Samin tertidur begitu pulas. Tubuhnya yang mulai ringkih tersandar di pohon pisang lapuk. Disebut lapuk, karena dibagian buahnya telah diambil sang empunya, sedangkan yang berdiri tinggal batang setengah saja. Tiupan angin pagi hari di tepi Bengawan Solo menambah nyenyak tidur Kang Samin. Tidak terasa, jam menunjukkan pukul 07.00 WIB.