Skip to main content

Category : Tag: Rel


Warga Sukorejo Gang PJKA Terancam Digusur

- Puluhan warga yang menempati bangunan di RT.31/RW.06 Desa Sukorejo Kecamatan Kota Bojonegoro, yang dikenal Gang PJKA was-was. Pasalnya warga yang menempati lokasi puluhan tahun di lokasi tersebut akan digusur oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air Provinsi Jawa Timur.

40 Anggota Sibat Bojonegoro Ikuti Temu Relawan se-Indonesia

Sebanyak 40 anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, mengikuti temu sukarelawan Sibat se-Indonesia. Rencananya kegiatan tersebut diadakan di Taman Wisata Gunung Pancar, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor pada 16-20 September 2017.

Puluhan Sukarelawan PMI Bojonegoro Ikuti Temukarya di Blitar

Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro memberangkatkan puluhan sukarelawan untuk mengikuti temukarya di lapangan PLTA Kanigoro kabupaten Blitar. Acara digelar mulai tanggal 25 Juli - 30 Juli 2017. Para kontigen diberangkatkan pengurus di Markas PMI setempat, Selasa (25/7/2017).

Asal Mula Kata Lebaran

Setelah sebulan penuh berpuasa, Hari Raya Idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi seluruh umat muslim di dunia. Di Indonesia, Idul Fitri bahkan memiliki nama lain, yaitu Lebaran.

Jejak Sang Penyebar Islam (12)

Wali Gotong Dipercaya Masih Keturunan Angling Dharma

Selain ada makam Kiyai Tameng Jati yang berda di Desa Sudah, dan Makam Wali Kidangan di Desa Sukorejo, ternyata ada satu lagi makam salah satu penyebar islam tersohor di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, yaitu Makam Wali Gotong yang berada di Dukuh Gotong Desa Tinawun.

Jejak Sang Penyebar Islam (11)

Konon, Makam Wali Kidangan Sulit Diabadikan

Salah satu destinasai wisata religi yang ada di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yaitu makam Wali Kidangan, tepatnya di Desa Sukorejo, di atas bukit Dusun Kidangan, sekitar 1,5 kilo meter dari arah jembatan malo ke utara, konon jarang sekali ada yang bisa mengabadikan makam tersebut dengan kamera.

Jalan Lurus Kang Samin (13)

Antara Petir dan Guntur

Sepeda motor tahun 1970 terparkir di halaman rumah. Warnanya merah dengan beberapa bagian putih kusam. Spion bulan berdiri tegak seperti orang tengah berdoa masih terlihat mulus. Walaupun sepeda tua, ternyata sang pemiliknya rajin mengurus dan merawat dengan baik. Suaranya pun masih jernih dan hanya sedikit mengeluarkan asap. Artinya mesin juga masih tetap prima.

Jalan Lurus Kang Samin (12)

Racun Manusia

Ia termenung sendiri. Tidak mengetahui harus berbuat apa. Dunia seperti berhenti berputar. Semua serba gelap dan susah. Musibah masih saja mengintainya silih berganti. Berat da bertambah berat. Sesekali menggelengkan kepala untuk membuang pening, namun hal itu tidak membantu.

Jalan Lurus Kang Samin (7)

Kang, Hujan Turun Lagi

Tidak biasanya Kang Sabar keluar rumah sambil berjaket tebal, memakai sarung dan peci putih. Selain itu masih ada syal Persibo Bojonegoro warna oranye terlilit di lehernya. Sambil berjalan menyusuri tanggul desa, karena berbatasan langsung dengan Bengawa Solo, ia meyilangkan tangan di dada. Bersedekap. Tubuhnya menggigil dan dari mulutnya saat membuang nafas seperti mengeluarkan asap putih.

Jalan Lurus Kang Samin (6)

Woww...! Manusia Perahu

Suara jangkrik dari kejauhan bersahutan. Bumi mungkin sedang hangat-hangatnya. Sebab, sejak beberapa hari belakangan ini hujan turun, walaupun tidak seberapa basah. Namun, air dari langit cukup untuk mengisi rongga tanah yang sejak beberapa bulan kerontang, walaupun di tepian bengawan tidak seberapa tampak. Sebab, tanah berpasir dan tercampur lempung.