Berita Foto
SRMA 36 Bojonegoro Gelar Open House, Dihadiri Wabup Bojonegoro
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro yang berada di Gedung Pusdiklat BKPP Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menggelar open house.
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro yang berada di Gedung Pusdiklat BKPP Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menggelar open house.
Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci terus berjalan lancar. Hingga Jumat (19/6/2026) kemarin, sebanyak 121.301 jemaah dan petugas haji telah tiba kembali di Tanah Air.
Lomba Mendongeng Imajinasi tingkat SD/MI pada Jumat (19/6/2026) menjadi salah satu rangkaian kegiatan Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro. Mengusung tema “Kain Istimewa Pemberian Raja”, kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang tampil percaya diri membawakan dongeng di hadapan dewan juri.
Sekitar 200 mahasiswa tampak mememuhi Auditorium Kampus B, STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) di Sukorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka mengikuti Kuliah Umum dengan tema "Menata Visi, Menguatkan Aksi, Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi" dihadiri Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin.
Jumat (19/6/2026), wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar peserta Lomba Mewarnai dalam rangkaian Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026. Di tangan mereka, pensil warna dan alat gambar bukan sekadar perlengkapan lomba, melainkan media untuk menumpahkan semangat, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap batik khas daerah.
Banyak produk maupun pelayanan yang ada di Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 di Alun-alun Kota Bojonegoro. Tidak hanya itu, ada pijat refeleksi tunanetra anggota PDKB, Alek, Imron dan Ali. Per 10 menit hanya Rp20.000. Harga terjangkau itu cukup menemani pengunjung yang ingin beristirahat dan bersantai sejenak.
Panggung megah di Alun-alun Kota Bojonegoro menghadirkan suasana berbeda pada hari kedua Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026, Kamis (18/6/2026) malam. Ribuan pasang mata terpaku menyaksikan parade Fashion Show Batik Evening Gown yang menjadikan kain tradisional bukan sekadar busana, melainkan karya seni yang hidup dan memukau.
Hari ketiga pelaksanaan Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 di Alun-alun Kota Bojonegoro semakin ramai. Event pameran terbesar yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkab Bojonegoro diikuti banyak UMKM dan komunitas pemilik batik. Salah satunya dari Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB). Pada BWBF 2026, PDKB bergabung dengan Dekranasda Bojonegoro, yakni berkolaborasi melalui Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro.
Rangkaian kegiatan Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF), digelar Talkshow Inspiratif bertema “Strategi Pemasaran Digital Inovatif UMKM dan Ekonomi Kreatif” pada Kamis (18/6/2026). Hal ini sebagai langkah mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas.
Melalui workshop Styling Hack & Draping yang digelar Kamis (18/6/2026), peserta diajak melihat bahwa Wastra Bojonegoro dapat tampil lebih fleksibel, modern, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi workshop ini, peserta mendapatkan materi tentang teknik dasar styling dan draping atau membentuk busana langsung dari kain tanpa harus dipotong maupun dijahit. Kain Wastra Bojonegoro dibentuk sedekimian rupa menjadi beragam tampilan streetwear yang sederhana namun tetap memiliki karakter khas.