315 Pasien di Jatim Sembuh, 257 Kasus Baru
Update situasi penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur, Senin (15/3/2021) ada sebanyak 134.852 orang terkonfirmasi positif.
Update situasi penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur, Senin (15/3/2021) ada sebanyak 134.852 orang terkonfirmasi positif.
Sebanyak 10 orang di Kabupaten Bojonegoro dinyatakan sembuh dari Covid-19, Senin (15/3/2021).
Provinsi Jawa Timur secara resmi berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Hal itu terlihat dari menurunnya tingkat positivity rate kasus Covid-19 secara drastis dari 20% menjadi 6%
Pemerintah terus memonitoring perkembangan isu vaksinasi menggunakan vaksin AstraZaneca. Hal ini menyusul laporan di beberapa negara Eropa yang mengaku menemukan ada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) berupa penggumpalan darah dari target vaksinasi akibat vaksin AstraZaneca. Sehingga negara-negara tersebut menghentikan pemakaian vaksin tersebut.
Guna mengurangi menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, petugas gabungan menggelar giat operasi yustisi protokol kesehatan, Senin (15/3/2021) sekitar pukul 09.00 hingga selesai. Petugas gabungan itu terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim dan Polres Bojonegoro.
Perkembangan pasien sembuh per 14 Maret 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,2 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.243.117 orang dengan persentasenya di angka 87,6%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 5.647 orang.
Pasien Covid-19 di Provinsi Jawa Timur yang dinyatakan sembuh, jumlahnya terus meningkat.
Kasus konfirmasi positif di Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (14/3/2021) ada sebanyak 47 orang.
Satgas Penanganan COVID-19 menegaskan bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir di Indonesia. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta semua pihak mematuhi ketentuan yang disyaratkan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang telah diperpanjang hingga 22 Maret 2021.
Dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia, terdapat berbagai hambatan yang dihadapi. Mulai dari perlindungan tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan maupun alat kesehatan pendukung pelayanan kesehatan, termasuk vaksin yang dibutuhkan untuk mencapai kekebalan komunitas.