Skip to main content

Category : Tag: Nasabah


Marak Uang di Rekening BRI Hilang

Di Bojonegoro Tak Ada Rekening Nasabah BRI yang Hilang

Sebagaimana ramai diberitakan di sejummlah media, sejak Senin (12/03/2108) lalu, belasan nasabah BRI Unit Ngadiluwih Kabupaten Kediri, kehilangan uang tabungannya secara misterius. Uang tabungan milik nasabah tersebut tiba-tiba berkurang dengan jumlah yang bervariasi antara Rp500.000 hingga Rp4 juta, bahkan ada juga yang mencapai Rp10 juta.

Kebutuhan Kredit Awal Tahun 2018 Tinggi

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di awal tahun kebutuhan kredit usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Bojonegoro masih tinggi. Tidak hanya untuk permodalan saja, tingginya permintaan kredit juga kebutuhan pertanian. Tingginya permintaan sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Tiap Bulan, Perusahaan Finance Salurankan Rp.3,5 Miliar

embaga pembiayaan memang bisa tersenyum lega, pasalnya di akhir bulan ini akan tutup buku. Setiap bulan, tidak kurang 150 nasabah yang mengajukan pembiayaan baik lama maupun baru. Kebutuhan pembiyaan juga cukup cukup tinggi yaitu Rp3,5 M per bulan dari target bisa selalu terpenuhi.

Di Koperasi, Tiap Hari Minimal Ada 5 Nasabah Baru

Tingginya permintaan kredit untuk penambahan permodalan tidak hanya didominasi nasbah lama, namun juga beberapa nasabah baru. Di akhir tahun ini, ada sekitar 5 hingga 10 nasabah baru yang mengajukan peminjaman untuk menambah dana.

Akhir Tahun, Pengajuan Modal di Koperasi Capai Rp1 M

Di akhir tahun 2017 ini, jumlah peminjaman modal di beberapa koperasi semakin tinggi. Sejak bulan November lalu, permintaan permodalan baik untuk pertanian, pedagang kelontong, dan beberapa lainnya terus mengalami kenaikan. Hal tersebut ditunjang kondisi ekonomi yang sedang lesu.

Diduga Petugas Bank Tipu Nasabah

Pilih Jalan Tengah, Pihak Bank Ganti Rugi

Penantian Adi Santoso warga RT.16/RW.07, Dusun Gendongan, Desa/Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, atas uang yang diduga digelapkan oleh petugas salah satu bank di Kota Ledre, akhirnya terselesaikan. Sebab, pihak bank telah mengganti uang korban yang diduga digelapkan salah satu karyawannya senilai Rp.15 juta.