Uang Nasabah BRI yang Sempat Hilang Telah Dikembalikan
Beberapa hari lalu, sempat digemparkan dengan kabar beberapa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah mengalami dugaan pembobolah rekening dengan penarikan saldo secara misterius.
Beberapa hari lalu, sempat digemparkan dengan kabar beberapa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah mengalami dugaan pembobolah rekening dengan penarikan saldo secara misterius.
Tiba-tiba Uang Nasabah BRI Bojonegoro Amblas....!!!
Kasus dugaan pembobolan rekening nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan cara mencuri data (skimming) terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Sedikitnya sudah ada lima nasabah BRI Cabang Bojonegoro yang melapor hingga Selasa (23/2/2021).
. BPR Bank Daerah Bojonegoro, telah mencairkan sejumlah Rp 13.345.700.000 yang akan digunakan untuk mendukung sektor pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah / UMKM di Bojonegoro di tengah pandemi untuk bangkit.
- Sepakterjang komplotan pencuri dengan pemberatan antar Provinsi dilumpuhkan Satreskrim Polres Bojonegoro. Dua dari empat pencuri berhasil diamankan, setelah menggasak uang Rp 175 juta milik nasabah bank dengan memecah kaca mobil korban.
Maraknya video yang viral tentang skimming kartu Automated Teller Machine (ATM) nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) di media sosial, BRI Cabang Bojonegoro memberikan konfirmasi, bahwa sampai sekarang ini untuk nasabah yang ada di Kota Bojonegoro belum ada laporan terindikasi skimming.
Dengan maraknya video Skimming ATM di Media Sosial, yang terjadi di luar Kota Bojonegoro, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bojonegoro menghimbau nasabah untuk tidak panik, dan jika ATM nasabah terindikasi skimming diharapkan segera lapor.
Sebagaimana ramai diberitakan di sejummlah media, sejak Senin (12/03/2108) lalu, belasan nasabah BRI Unit Ngadiluwih Kabupaten Kediri, kehilangan uang tabungannya secara misterius. Uang tabungan milik nasabah tersebut tiba-tiba berkurang dengan jumlah yang bervariasi antara Rp500.000 hingga Rp4 juta, bahkan ada juga yang mencapai Rp10 juta.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di awal tahun kebutuhan kredit usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Bojonegoro masih tinggi. Tidak hanya untuk permodalan saja, tingginya permintaan kredit juga kebutuhan pertanian. Tingginya permintaan sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.
embaga pembiayaan memang bisa tersenyum lega, pasalnya di akhir bulan ini akan tutup buku. Setiap bulan, tidak kurang 150 nasabah yang mengajukan pembiayaan baik lama maupun baru. Kebutuhan pembiyaan juga cukup cukup tinggi yaitu Rp3,5 M per bulan dari target bisa selalu terpenuhi.