Pengukuhan dan Rakor, MUI Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah
Dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia menyelenggarakan rapat kerja (Raker) dan MUI Kabupaten Bojonegoro tahun 2020.
Dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia menyelenggarakan rapat kerja (Raker) dan MUI Kabupaten Bojonegoro tahun 2020.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi penularan Covid-19 di tahun 2021. Hal ini dikarenakan tren kasus positif Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan adanya penurunan signifikan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut langkah pertama ialah memperketat disiplin protokol kesehatan semakin diperketat.
Pergantian tahun menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini pandemi Covid-19. Sehingga Majlis Ulama Indonesia (MUI) membuat tausyiyah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan juga tetap menjaga persatuan.
Adanya beberapa insiden serangan yang dilakukan terduga organisasi tidak bertanggungjawab yang dialami kepolisian, mendapat perhatian serius Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro.
Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)
Pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron melukai hati seluruh umat islam di dunia termasuk Indonesia di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga umat islam bersatu, dengan menyatakan sikap yang dilakukan Majlis Ulama Indonesia (MUI).
Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah bersama yang menghimpun para ulama, uzuama dan cendekiawan muslim di Indonesia dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk berperan aktif melakukan upaya kemajuan agama dan bangsa.
Beredar pesan berantai via aplikasi Whatsapp mengatasnamakan Sekretariat MUI Pusat tertanggal Jakarta, 03 April 2020 terkait Pemberitahuan Kewaspadaan terhadap Rapid Test Covid-19 bagi para Ulama, Kyai, dan Ustadz seluruh Indonesia.
Tahapan demi tahapan Pemilu 2019 telah usai, selanjutnya menunggu hasil rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara dari KPU RI. Namun secara umum pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Bojonegoro berjalan aman dan lancar.
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin campak dan rubella atau MR yang digunakan untuk program imunisasi massal mengandung babi. Sontak hasil tersebut membuat tidak sedikit masyarakat, khususnya di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi ketakutan dan menanyakan kebolehan menggunakan vaksin.