#blokBojonegoroTV
Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)
Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)
Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)
Pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron melukai hati seluruh umat islam di dunia termasuk Indonesia di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga umat islam bersatu, dengan menyatakan sikap yang dilakukan Majlis Ulama Indonesia (MUI).
Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah bersama yang menghimpun para ulama, uzuama dan cendekiawan muslim di Indonesia dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk berperan aktif melakukan upaya kemajuan agama dan bangsa.
Beredar pesan berantai via aplikasi Whatsapp mengatasnamakan Sekretariat MUI Pusat tertanggal Jakarta, 03 April 2020 terkait Pemberitahuan Kewaspadaan terhadap Rapid Test Covid-19 bagi para Ulama, Kyai, dan Ustadz seluruh Indonesia.
Tahapan demi tahapan Pemilu 2019 telah usai, selanjutnya menunggu hasil rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara dari KPU RI. Namun secara umum pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Bojonegoro berjalan aman dan lancar.
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin campak dan rubella atau MR yang digunakan untuk program imunisasi massal mengandung babi. Sontak hasil tersebut membuat tidak sedikit masyarakat, khususnya di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi ketakutan dan menanyakan kebolehan menggunakan vaksin.
Negara Indonesia bukanlah Negara Islam, dan bukanlah negara kafir. Hal itu langsung diungkapkan oleh Rois Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Makruf Amin dalam Seminar Nasional 'Arus Baru Ekonomi Indonesia' di gedung Islamic Center Bojonegoro, Rabu (1/11/2017) pagi.
Kerjasama antara Majlis Ulama Indonesia (MUI) dengan PT. Garuda Food diharapkan bisa untuk memberdayakan ekonomi umat.
Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, serta Staf Kepresidena RI memiliki program yang bersinergi dengan komisi VIII DPR RI. Sehingga MUI melakukan kerjasama dengan PT. Garuda Food dalam hal pertanian, Selasa (31/10/2017) di Dusun Alaskemangi, Desa/Kecamatan Dander, Bojonegoro.
Luas wilayah di Kabupaten Bojonegoro adalah 230.000 hektare. Seluas 86.000 hektare di antaranya atau sebesar 40,6 persen adalah lahan milik Perhutani.