Dari Lari 6K ke Cita-cita TNI, Kisah Mikha di Spekta Bumi Fun Run 2026
Didampingi kedua orang tuanya, Mikha berswafoto ria di area TPG Pilanggede (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Pagi itu, di antara ratusan pelari yang memadati kawasan Taman Pinggir Gawan (TPG) Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Bojonegoro, ada satu sosok kecil yang berlari dengan langkah mantap. Ialah Jelitha Mikhayla Hariyanto, bocah 9 tahun yang akrab disapa Mikha, tampak menyatu dalam barisan peserta Spekta Bumi Fun Run 2026.

Dengan tubuh mungil dan nomor dada terpasang rapi, Mikha tak terlihat gentar menempuh rute sejauh 6 kilometer. Sesekali langkahnya melambat, namun semangatnya tak surut. Ia terus bergerak, mengikuti irama langkah para pelari di sekitarnya.

Bagi sebagian orang, jarak itu mungkin terasa biasa. Namun bagi Mikha, yang masih duduk di bangku kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bojonegoro itu, lintasan tersebut adalah tantangan sekaligus petualangan. Ini menjadi kali keenam ia mengikuti event fun run, dan untuk pertama kalinya ia ikut dalam ajang yang digelar cukup jauh dari rumahnya di Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro.

Rasa lelah tentu tak bisa dihindari. Namun Mikha punya cara sederhana untuk menikmatinya.

"Sedikit capek, tapi tetap senang bisa ikut lari," ungkapnya sambil tersenyum malu setelah menyelesaikan lomba.

Kecintaannya pada dunia lari tumbuh dari kebiasaan kecil. Ia sering diajak orang tuanya ke stadion untuk berlatih bersama. Dari sana, lari bukan lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari kesehariannya.

Sang ayah, Dwi Hariyanto, selalu berada di dekatnya, mendampingi setiap langkah yang diambil putrinya.

"Kami hanya ingin mendukung apa yang dia suka. Kalau dia senang lari, kami fasilitasi dan temani," tutur Papa Mikha.

Bagi Mikha, lari bukan hanya tentang garis start dan finish. Di balik itu, tersimpan mimpi yang perlahan ia rajut. Ia bercita-cita menjadi anggota TNI—sebuah impian yang menurutnya membutuhkan ketangguhan fisik dan mental.

Di sela-sela kelelahan, Mikha juga menikmati suasana TPG yang sejuk dan asri. Ia datang bersama kedua orang tuanya, menjadikan momen ini bukan hanya tentang lomba, tetapi juga kebersamaan keluarga.

Langkah kecil Mikha mungkin belum membawa pulang podium hari ini. Namun semangatnya menapaki lintasan adalah cerminan dari mimpi besar yang sedang ia kejar—pelan, pasti, dan penuh keyakinan untuk suatu hari menjadi juara. [feb/mad]