Waspada Bencana di Bojonegoro
Cuaca Ekstrem, Waspadai Hujan Lebat, Angin Kencang dan Petir di Bojonegoro
Hujan lebat disertai angin kencang terus mengguyur Kabupaten Bojonegoro belakangan ini. Bahkan, kilatan petir sering meyambar-nyambar.
Hujan lebat disertai angin kencang terus mengguyur Kabupaten Bojonegoro belakangan ini. Bahkan, kilatan petir sering meyambar-nyambar.
Pemkab Bojonegoro bergerak menindaklajuti kejadian longsor di Dusun Pilang Kandang dengan Dusun Jambaran Desa Kaliombo Kecamatan Purwosari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menerjunkan tim dan melakukan asesmen di lapangan.
Setiap tahun, Kabupaten Bojonegoro bisa dibilang sering langganan sedikitnya lima bencana alam. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro, terutama oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Sejumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro terjun ke lapangan setelah untuk menangani rumah rusak di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu. Hujan disertai angin kencang telah mengakibatkan 29 rumah warga rusak ringan hingga berat.
Penanganan musibah tanah longsor akibat intensitas hujan tinggi dan debit sungai deras di Desa Clebung Kecamatan Bubulan terus dilakukan. Satu unit excavator milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro telah dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan.
Gerak cepat tangani kejadian longsor di Dusun Clebung RT 03/RW 01, Desa Clebung Kecamatan Bubulan, Bojonegoro dilakukan aparatur kecamatan setempat. Bencana longsor ini diakibatkan intensitas hujan tinggi dan aliran air sungai yang deras dan mengakibatkan terkikisnya tanah tebing.
Rumah milik Sulastri (63) ambruk dan hanyut akibat tergerus Sungai Clebung, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Rumah nenek 63 tahun ini, porak-poranda setelah debit air sungai meningkat, Kamis (4/12/2025).
Kalau ada satu suara alam yang dulu paling mudah kita dengar, mungkin itu adalah desir angin yang menembus rimbun pepohonan. Tapi hari ini, desir itu makin lirih—bahkan di banyak tempat sudah berubah menjadi gema gergaji mesin. Deforestasi bukan lagi sekadar isu aktivis atau materi seminar lingkungan; ia sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Banjir tahunan, kekeringan yang makin panjang, tanah longsor, hingga harga pangan yang naik-turun seperti grafik saham—semuanya punya akar yang sama: hutan yang menyusut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro merilis peta rawan bencana terbaru. Pada peta terbarunya, hampir tiap kecamatan di Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi bencana yang berbeda-beda.
Belakangan ini wilayah Kabupaten Bojonegoro, terakhir terus diguyur hujan lebat. Akibatnya, beberapa anak sungai mulai penuh air dan bahkan di bagian selatan Kota Ledre sempat meluap kemarin.